Yayasan Bhakti Garuda Putra Resmikan Dapur SPPG Mulyaharja 001, Siap Layani 3.000 Porsi untuk Siswa

‎Mediabogor.co, BOGOR – Yayasan Bhakti Garuda Putra (BGP) meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mulyaharja 001 yang berlokasi di Kampung Cibeureum, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Sabtu (20/1/2026). Dapur SPPG ini menjadi yang pertama hadir di wilayah Kelurahan Mulyaharja.

‎Peresmian tersebut dihadiri Asisten Perekonomian Setda Kota Bogor Hanafi, Pembina Yayasan Bhakti Garuda Putra Sopian, Ketua Kadin Kota Bogor Donna Maryati Hasanah, Ketua HIPMI Kota Bogor M. Al Farissy, Bendahara Umum HIPMI Kota Bogor Eko Wahyudi, Ketua Yayasan PHB Kota Bogor Irpan Effendi, Camat Bogor Selatan Irman Khaerudin, serta tamu undangan lainnya.

‎Teguh Rachman Hakim selalu Mitra Yayasan Bhakti Garuda Putra, mengatakan pembangunan SPPG Mulyaharja 001 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak sebagai mitra program. Menurutnya, wilayah Mulyaharja sebelumnya belum memiliki SPPG, sehingga keberadaan dapur ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah.

‎”SPPG Mulyaharja ini merupakan yang pertama di Kelurahan Mulyaharja. Ketika ada kesempatan, kami mencoba membangun SPPG ini agar bisa memberikan manfaat nyata,” ujarnya kepada wartawan.

‎Ia menjelaskan, dapur SPPG Mulyaharja 001 direncanakan mampu menyediakan sekitar 3.000 porsi makanan setiap hari untuk 3.000 siswa. Saat ini, pihaknya telah bekerja sama dengan 13 sekolah di wilayah Mulyaharja.

‎Dalam pelaksanaannya, Yayasan Bhakti Garuda Putra menegaskan komitmen terhadap kualitas dan keamanan pangan. Bahan baku makanan dipilih secara ketat dan dipasok melalui kerja sama dengan Koperasi Merah Putih sebagai pemasok utama.

‎”Kami sangat selektif dalam memilih bahan baku. Kami tidak ingin ada permainan apa pun di dalam SPPG ini. Apa yang kami sampaikan kepada masyarakat dan anak-anak sekolah harus sesuai dengan harapan Badan Gizi Nasional (BGN),” tegasnya.

‎Selain itu, pihak yayasan juga menerapkan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat, mulai dari proses perekrutan tenaga kerja, tata cara masuk dapur, hingga proses memasak. Seluruh relawan yang terlibat telah memiliki sertifikasi sesuai ketentuan.

‎”Dengan penerapan SOP dan sertifikasi ini, kami berupaya meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

‎Terkait operasional, Teguh menyebutkan pihaknya masih menunggu pencairan dana dari BGN. Namun seluruh persiapan telah rampung dan para relawan sudah siap bekerja.

‎”Begitu dana cair, keesokan harinya kami langsung mulai memasak karena semua sudah siap,” jelasnya.

‎Dapur SPPG Mulyaharja 001 melibatkan total 53 tenaga kerja, terdiri dari 49 relawan, dua petugas keamanan, satu kepala SPPG, serta tenaga akuntan dan ahli gizi.

‎Ia berharap kehadiran SPPG Mulyaharja 001 dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan mendukung kelancaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎“Semoga SPPG ini bisa menjalankan program MBG dengan lancar, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan membawa keberkahan bagi semua pihak atas niat baik yang kami bangun bersama,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar