Advokat Bogor Raya Siap Bela HTI

Mediabogor.com, Bogor – Guna menindaklanjuti database Advokat yang terdaftar di DPP HTI, kemarin, Kamis (1/6) DPD II HTI Kota Bogor melakukan acara silaturahmi dengan para Pembela Hukum di Resto Bumi Aki, Jl. Pajajaran. “Tuduhan pemerintah kepada HTI tidak memiliki landasan hukum yang jelas. Pertama, HTI telah nyata memberikan kontribusi positif terhadap negara dan masyarakat baik secara organisasi maupun personal,” ujar Ketua PKBH Bogor Raya, Chandra Purna Irawan, SH dalam kalimat sambutannya.

Menurut Chandra, Kedua, HTI tidak bertentangan dengan Pancasila, karena tidak menganut Ateisme, Komunisme, Leninisme sebagaimana ditegaskan dalam UU Ormas No. 17/2013. “Selain itu, HTI telah terdaftar di Kemenkumham serta mencantumkan Pancasila dalam AD/ARTnya. Ketiga, Aktivitas HTI tidak pernah berbenturan dengan pihak lain. Justru yang terjadi adalah di beberapa daerah HTI menjadi korban dari aktivitas oknum organisasi atau personal lain yang berupaya membenturkan diri dengan HTI,” tegasnya.

Dengan demikian, lanjut dia, tidak ada Alasan untuk membubarkan Ormas Islam Hizbut Tahrir Indonesia.

Selain itu, Mulyana.SH, salah satu Advokat di Kabupaten Bogor juga menegaskan, kontribusi HTI jelas bagi bangsa ini. “Dakwahnya bagus. Belum ada bukti bahwa anggota HTI yang berkumpul untuk melakukan makar terhadap negara. Belum ada tindakan kriminal yang dilakukan HTI”, papar Agus.

Doa melanjutkan, adanya Pancasila dimaksudkan untuk mendorong masyarakat berakhlaqul karimah. Justru Pemerintah harus berterimakasih kepada HTI yang telah berakhlaqul karimah.

Pimpinan ST Ilmu Hukum IBLAM, Asep Burhanuddin, SH., MH mengajak agar pihak HTI maupun para Advokat yang membela tidak putus asa menghadapi rencana pembubaran tersebut. “Kita jangan putus asa. Tugas kita yang masih punya nyawa, masih punya perasaan, mari kita bergerak mendukung Islam,” tegasnya.

Kemudian, Devia Sherly dari Komunitas Peduli Muslimah pun ikut beruasar. Menurutnya, pihaknya siap melakukan perjuangan sesuai dengan kemampuan untuk melakukan pembelaan terhadap Muslim.

Di penghujung diskusi, K. H. Khoir Hari Mukti menegaskan, bahwa blunder terjadi terhadap orang-orang yang menghinakan Islam. “Ahok menghina Al Maidah 51, malah dirinya yang terpuruk. KH Ma’ruf Amin dihina, malah Kyai Ma’ruf yang naik. Semua itu merupakan kemenangan dari Allah,” tutupnya. (BEN)

Berita Terkait

Berikan Komentar