Kisah Talud Kampung Muara Yang Dikorupsi

mediabogor.com, Bogor – Talud atau Tembok Pembatas Tebing (TPT), ternyata pernah dua kali ambruk menimpa rumah Warga. kejadian tersebut berlangsung dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Menurut Warga Yayah (50), mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar tiga bulan yang lalu, menimpa rumahnya dan rumah anaknya.

“Dua kali Pak ini temboknya pernah ambruk kena warga, pertama milik rumah saya dan anak saya itu sekitar sekitar tiga bulan yang lalu dan yang kedua rumah tetangga milik ibu Ratna dan lebih parah lagi itu kejadiannya sekitar 8 bulan yang lalu,” ujarnya kepada mediabogor.com, saat Bogor mengunjungi lokasi Talud di Kampung Muara, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Sabtu (22/4).

Yayah menceritakan, saat tembok pembatas tebing (Talud) ambruk, ia bersama anak keduanya sedang berada didepan rumah.

“Waktu itu pas Isya kejadianya lagi hujan disertai petir, tiba – tiba tembok ambruk kena kamar mandi sama dapur, untungnya nenek ga lagi dikamar mandi mengambil wudhu, kalau engga nenek bisa penyek,” ucapnya.

Sama dengan Kondisi, Yayah, rumah Ratna yang yang terkena tembok ambruk juga tidak bisa ditinggal, hingga akhirnya mereka berdua harus mengontrak.

“Iya, saya sama ibu Ratna kini ngontrak, karena emang kondisinya sudah rusak parah dan saya juga berharap ini bisa ditindaklanjuti agar kejadian serupa tidak terulang lagi, soalnya banyak warga juga,” keluh Yayah Nenek paruh baya ini.

Sekedar informasi, pembangunan Talud atau Tembok Pembatas Tebing (TPT) sedang ditangani oleh pihak kejaksaan Negeri Bogor. Bahkan telah pihak kejaksaan telah menahan dua Direktur Utama yang juga rekanan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi atas proyek tersebut.

Kedua Direktur itu adalah berinisial BR dan JM di Perusahaan PT. Indotama dan PT. Satria Lestari Graha. Akibat perbuatannya Negara mengalami kerugian 2,4 Miliar sesuai dari perhitungan dari penyidik kejaksaan dari Pagu anggaran sebesar 3,5 Miliar Rupiah dari Dana APBN. (AW)

Berita Terkait

Berikan Komentar