Bima Arya Tekankan Infrastruktur dan Kultur, Kota Bogor Bebas BAB Sembarangan
Mediabogor.co, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mempercepat Open Defecation Free (ODF), yang berarti bebas buang air besar (BAB) sembarangan. Hal ini menjadi fokus Pemkot Bogor dalam percepatan ODF dengan pembangunan infrastruktur dan kultur.
Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, pembangunan infrastruktur dilakukan melalui fasilitas fisik. Sedangkan membangun kultur berarti membangun kebiasaan.
“Sering kali, tidak bisa kita membangun kebiasaan kita membangun kultur tanpa infrastruktur tanpa pembangunan fisik itu tidak mungkin. Meminta warga hidup bersih, tetapi tempat sampahnya tidak disiapkan,” kata Bima Arya, baru-baru ini.
Dia mengungkapkan, sebagian besar hal yang dibangun secara fisik di Kota Bogor, berdampak bagi kebiasaan masyarakatnya. Menurutnya pembangunan bukan hanya soal trotoar dan taman-taman. Namun juga membangun agar membiasakan warga hidup sehat hingga ke pelosok.
Ia menyebut, Kota Bogor yang menjadi letak dimana Istana Kepresidenan berada dan dimana masih banyak warganya yang buang BAB sembarangan.
Untuk itu, Pemkot Bogor semaksimal mungkin mengupayakan warga tidak buang BAB sembarangan dan mengupayakan ODF ini tidaklah mudah. Lantaran selain membangun fasilitas fisik, membangun kebiasaan warga juga harus dilakukan.
“Ada sanitasi total, jadi semua warga menggunakan air bersih. Ada akses jamban, semua bisa mengelola limbah rumah tangga, air bersihnya bisa dapatkan menuju sanitasi total,” ujarnya.
Bima juga menyampaikan, keberhasilan upaya ODF ini tergantung pada tiga hal. Pertama, bagaimana Pemkot Bogor bisa membangun permintaan warga atas fasilitas air bersih dan dibangunkan jamban.
Kedua, lanjut dia, memastikan pasokan yang dibutuhkan warga tersedia. Hal itu juga bergantung pada kesiapan dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim), dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk bergerak bersama.
Sedangkan, poin ketiga ialah daya dukung lingkungan yang mendukung atau tidak.
“Buat saya tidak usah terburu, tapi harus bergerak karena ini soal membangun kebiasaan. Ini langkah yang berkah untuk Kota Bogor lebih sehat dan sejahtera,” jelasnya.
Berikan Komentar