KPU Kota Bogor Verifikasi Faktual Data Pemilih yang Terdampak Pembangunan Double Track
Mediabogor.co, BOGOR – Warga Kota Bogor yang terdampak pembangunan double track PT.KAI jalur Sukabumi – Bogor yang ada di Kecamatan Bogor Tengah dan Bogor Selatan mendapat perhatian dari KPU Kota Bogor.
KPU Kota Bogor melakukan verifikasi faktual bagi warga pada areal tersebut mengalami penyesuaian data pemilih.
“Sebelum Pemilu 2024, status warga kota Bogor yang terdampak pembangunan double track PT.KAI harus jelas agar hak politik mereka tidak hilang.” Kata Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin kepada wartawan, Senin (26/12/2022).
Samsudin mengatakan, data yang terus berubah membuat KPU Kota Bogor harus melakukan koordinasi dengan disdukcapil Kota Bogor, camat, lurah, dan para ketua RW dan ketua RT yang menjadi lokus pembangunan.
“Selain koordinasi dengan berbagai pihak intens dilakukan oleh KPU Kota Bogor, kami memutuskan untuk melakukan verifikasi faktual ke lapangan agar data yang dihasilkan valid, akurat, dan mutakhir/up to date.” ujarnya.
Lebih lanjut Samsudin menjelaskan, bahwa pembangunan Double Track berdampak di 2 kecamatan, 9 kelurahan, 50 RW, dan 105 RT.
“Dari verifikasi faktual yang telah dilaksanakan, kami mengidentifikasi sedikitnya 2.901 warga kota Bogor yang sudah memiliki hak pilih terdampak pembangunan double track.” katanya.
Sementara Kepala dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor Sujatmiko menyampaikan, verifikasi faktual yang dilakukan KPU Kota Bogor akan menjadi bahan tindak lanjut terutama untuk penyesuaian data kependudukannya.
“Kami menghimbau warga yang telah pindah secara fisik untuk juga mengurus administrasi kependudukan.” Kata Sujatmiko.
Dalam kesempatan tersebut, Sujatmiko juga mengucapkan terima kasih kepada KPU Kota Bogor yang telah membantu Disdukcapil Kota Bogor dalam memutakhirkan database kependudukan kota Bogor.
“Adapun uraian data 2.901 warga terdampak tersebut adalah sebanyak 643 orang tidak pindah, 84 orang meninggal dunia, 854 orang pindah secara fisik dan administratif, dan 1.320 orang hanya pindah fisik namun tidak merubah data administrasi kependudukannya,” ujarnya. (Mug)
Berikan Komentar