Ketua DPRD Ajak Pemerintah Daerah Bangun Program Inovatif untuk Kemajuan Kabupaten Bogor
Mediabogor.co, BOGOR- Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengajak pemerintah daerah membangun inovasi untuk kemajuan pemerintahan kabupaten Bogor. Hal tersebut dikatakan rudy saat menjadi Narasumber pada ‘Diskusi Tata Kelola Pemerintahan Kabupaten Bogor Pasca OTT’ di Kantor Visi Nusantara (Vinus), Cibinong, Rabu (29/6).
“Kita ingin ada inovasi, ide baru untuk membangun Kabupaten Bogor, kami berharap diskusi ini terus dibangun, khususnya antara eksekutif dan legislatif agar komunikasi lebih baik lagi,” katanya.
Rudy menyebut, pasca Operasi Tangkap tangan (OTT) Bupati non Aktif Ade Yasin, tongkat pimpinan saat ini dipegang oleh Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan. Kendati demikian, ia meminta pemerintah daerah agar terus menunjukan kebaikan dan program inovatif untuk kebaikan masyarakat kabupaten Bogor.
“Bukan berarti kita ingin meninggalkan program yang sudah dicanangkan, program yang dicanangkan tetap akan kita laksanakan, tapi dengan administrasi yang rapih. Kita tidak mau niatan baik nanti ujungnya tidak baik, kita ingin membangun dan maju juga bersama,” katanya.
Politisi partai Gerindra ini juga meminta kepada SKPD di Kabupaten Bogor agar meningkatkan transparansi kepada masyarakat baik program maupun transparansi anggaran. Sehingga, kepercayaan publik terhadap pemerintah kabupaten Bogor kembali lagi pasca kasus dugaan suap Ade Yasin beberapa waktu lalu.
“Untuk SKPD, khususnya PUPR kemarin sebagian tender sudah berjalan, sudah mulai lelang dan Dinas lain pun sama. Kita kembalikan kembali kepercayaan publik , ULP harus betul-betul transparan supaya media bisa menyampaikan kepada publik bahwa program Kabupaten Bogor berjalan dengan baik,” katanya.
Sementara, Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) mengatakan, kasus OTT Ade Yasin ini jangan sampai melemahkan kerja pemerintah kabupaten Bogor. Ia menyarankan lembaga eksekutif dan legislatif agar lebih intents dalam mengevaluasi kinerja yang sebelumnya harus diperbaiki.
“Saya menyodorkan agar duduk serius antara eksekutif legislatif dan sekda untuk membicarakan apa yang menjadi kelemahan pengelolaan (pemerintahan kabupaten) ini. Agar tidak terburu habis momentumnya,” kata Yusfitriadi.
Ia mengaku, masa periode jabatan pemerintah kabupaten Bogor ini tidak lama lagi. Sehingga harus ada inovasi terukur dan cepat agar permasalahan-permasalahan di Kabupaten Bogor bisa terselesaikan di akhir masa jabatan.
“Efektivitas jabatan legislatif dan eksekutif tidak lebih dari satu tahun lagi, sisanya fokus terhadap pemilu 2024,”katanya. (Mug)
Berikan Komentar