Dampak Penutupan Pasar Hewan, Ini yang Dirasakan Pedagang Sapi
Mediabogor.co, BOGOR – Sejumlah pedagang sapi merasakan dampak dari adanya penutupan pasar hewan di Bubulak, Kota Bogor. Penutupan itu terjadi Pasca di temukanya 7 ekor sapi terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
7 ekor sapi yang terjangkit PMK di ketahui usai dilakukan uji lab di Sumedang.
Salah seorang pedagang sapi Safrudin, mengatakan, pihaknya merasakan dampak penutupan pasar hewan yang dilakukan Dinas Pertanian Kota Bogor untuk mengantisipasi penyebaran penyakit PMK tersebut.
“Terdampak iya cuman kita ikutin SOPnya aja, karena ada larangan keluar masuk hewan, penjualan menurun tapi tidak signifikan, tapi adalah,” kata Safrudin, Kamis (9/6/2022).
“Dampak dirasakan konsumen sebagaian pada takut juga tapi sebagian lagi percaya posisi dinas setempat masalah obat-obatan udah tersedia,” lanjutnya.
Meski begitu, ia juga tetap mengikuti aturan yang sudah di tetapkan dinas terkait, karena pengetatan itu baik agar tidak menular ke sapi yang lainya. “Ditutup selama 14 hari dari tanggal 3 sampe tanggal 17.Saat ini menunggu waktu Kita ikutin SOPnya. Tidak dipungkiri masalah wabah ya mau gimana lagi,” ujarnya.
“Tapi masyarakat juga harus tau bahwa daging PMK itu masih bisa dikonsumsi dan halal juga terus susunya juga masih bisa di konsumsi, buat masyarakat jangan ragu buat beli sapi kurban di RPH Bubulak yang jelas sudah terkoordinasi masalah kesehatan juga sudah terjamin,” sambungnya.
Ia berharap kepada pemerintah dapat mensubsidi obat – obatan untuk mengobati sapi biar tetap sehat.
“Kalau bisa pemerintah kasih obat-instan itu bersubsidi jadi kita gak repot beli obat-obatan mahal banget,” harapnya. (Andi)
Berikan Komentar