DPRD Pertanyakan Rencana Pemkot Bogor Sulap Pasar Jadi Gedung Parki

Mediabogor.co, BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Rizal Utami mempersoalkan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana akan menyulap kawasan Pasar Bogor dan Plaza Bogor menjadi Park and Ride atau gedung parkir.

Wakil rakyat dari PPP ini mempertanyakan apakah rencana membangun gedung parkir tersebut sudah disosialisasikan dan tempat relokasi bagi para pedagang memungkinkan.

“Kita sangat menyayangkan keluar statment seperti itu, karena memang sebelum mau menginformasikan rencana itu, harus sudah ada kajian secara matang dan dipikirkan dampak ke bawahnya,” kata Rizal Utami kepada wartawan, belum lama ini.

Menurut Rizal, rencana membangun gedung parkir di kawasan Pasar Bogor dan Plaza Bogor ini belum diketahui para pedagang. Untuk itu, dirinya menyarankan ke Pemkot Bogor agar menyelesaikan atau sosialisasikan terlebih dahulu ke pedagang terkait rencana relokasi pasar ini.

“Sebaiknya sosialisasikan dulu karena memindahkan pedagang yang ribuan itu tidak mudah, apalagi ini pasar tertua di Kota Bogor yang pedagangnya turun temurun,” kata dia.

“Jangan sampai seperti kejadian tahun 2019 terulang, wacana pembongkaran Plaza Bogor yang menyebabkan sejumlah tenant besar kabur seperti Ramayana Robinson hingga pedagang strategis seperti toko emas,” lanjutnya.

Lebih lanjut dijelaskan Rizal, ada sebanyak 1.400 kios yang ada di Pasar dan Plaza Bogor. Jika satu kios mempekerjakan dua pegawai, tentu ada 2.800 orang yang nasibnya akan terganggu dengan rencana pembangunan gedung parkir ini.

“Bagi kita pedagang itu jangan disia-siakan nasibnya. Karena kalau relokasi gagal, tentu ini akan berdampak kepada ribuan pedagang yang terancam jadi pengangguran,” kata dia.

“Apalagi (tempat relokasi) di Pasar Sukasari itu tempatnya tidak besar dan tidak mungkin bisa menampung ribuan pedagang Pasar dan Plaza Bogor. Pasti mereka akan bertebaran (jualan) di jalan,” ujarnya.

“Kalau mau siapkan sarana prasarananya dulu dan jamin hak pedagang Pasar dan Plaza Bogor bisa berjualan dengan tenang,” lanjutnya.

Tak hanya itu, ia menambahkan pendapatan Perumda PPJ Kota Bogor saat ini 40 persennya ada di Pasar dan Plaza Bogor. Apabila rencana membangun gedung parkir tetap dilaksanakan, apakah Pemkot Bogor siap kehilangan pendapatan.

“40 persen pendapatan Perumda PPJ itu ada di Pasar dan Plaza Bogor, apakah pemerintah mau kehilangan pendapatan? Ini sangat disayangkan,” imbuh dia.

“Apalagi Perumda PPJ saat ini lagi berjuang menagih biaya sewa pedagang setelah hak guna pakai yang telah diperjuangkan berhasil diraih,” tandasnya. (Andi)

Berita Terkait

Berikan Komentar