
Soroti Buruknya Kinerja DPU-PR, Rudy Susmanto : Masih Asal-asalan!
Mediabogor.co, BOGOR – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menilai kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bogor masih asal-asalan.
“Kinerja masih asal-asalan. Masih hanya sebatas ABS atau Asal Bupati Senang, tidak mendalami substansi dari gagasan. Kinerja buruk seperti itu, akhirnya membuat banyak program Kepala Daerah yang secara konsep sangat baik tapi diterjemahkan dengan sangat tidak baik,” kata Rudy, Senin (24/1).
Rudy mencontohkan, kinerja yang dianggap asal-asalan itu diantaranya, Proyek Cibinong City A Beautiful yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) pada Tahun 2021 dan Proyek pembangunan jalan dan pedestrian Sentul-Kandang Roda yang bernilai Rp324 miliar.
“Lebar pedestrian maupun Jalan Sentul-Kandang Roda tidak seragam, ada yang besar ada yang kecil, hingga di titik tertentu bisa membahayakan masyarakat pengguna pedestrian,” kata dia.
Rudy juga menilai DPU-PR kurang berkoordinasi dengan instansi lain penyedia utilitas publik seperti listrik (PLN), air bersih (PDAM) dan gas (PGN) yang jaringannya menggunakan daerah milik jalan.
Sehingga, lanjutnya, proyek pelebaran jalan maupun pedestrian menyisakan masalah estetika kota dan kenyamanan pengguna jalan. “Kita lihat saja sekarang di tengah pedestrian ada tiang listrik. Harusnya berkoordinasi sebelumnya dengan pihak PLN, Telkom hingga perusahaan gas negara (PGN) agar tidak ada tiang listrik, tiang Telkom dan lainnya ditengah jalan maupun pedestrian,” pinta Rudy.
Selain itu, lemahnya perencanaan juga membuat proyek pembangunan pedestrian di Jalan Tegar Beriman tidak selesai tepat waktu. Karena itu DPRD bersurat untuk meminta proyek yang meluncur ke awal Tahun 2022, harus dibayar pekerjaannya pada anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P).
“Saya juga meminta DPU-PR tegas, bagi proyek infrastruktur yang selesai tepat waktu agar segera dibayar. Sementara yang meluncur ke awal tahun ini, maka pembayarannya dilakukan di APBD-P Tahun 2022,” tukasnya.
Parahnya, kata dia, lemahnya perencaan seperti ini berlangsung tidak hanya di Tahun 2021, di Tahun 2020 pun proyek peningkatan jalan di Jalan Raya Bojonggede-Kemang (Bomang) meninggalkan banyak masalah baik secara fungsi maupun estetika kota. “Di jalan poros Tengah-Utara atau jalan Bojonggede-Kemang banyak tiang listrik berada di tengah jalan bahkan masih ada hingga saat ini,” kata dia.
Rudy mengingatkan , karena proyek atau program Cibinong City A Beautiful ini masih berlanjut hingga Tahun 2023, DPU-PR harus membuat perencanaan yang lebih matang. “Jangan asal-asalan, jangan asal ibu senang, tapi meninggalkan banyak masalah. Buat perencanaan yang matang dan berkoordinasi dengan instansi lain yang berkaitan dengan sarana utilitas publik,” katanya. (Mug)
Berikan Komentar