Pol PP Kota Bogor Tertibkan Pelanggar Tribun Dengan Humanis
Mediabogor.co, BOGOR- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor menggunakan cara humanis untuk menindak pelanggar ketertiban umum, yaitu dengan cara persuasif tim yang dipimpin oleh Kabid Pembinaan Masyarakat dan Anggota pada Satpol PP Kota Bogor, Asep Faizal Rahman berhasil membubarkan geng motor di Jalan Sawo Jajar pada Kamis (13/1/22) lalu.
Cara ini diakui Asep yang merupakan mantan lurah Bubulak dan Sindang Sari akan terus dijalankan dalam mengemban tugas barunya di Satpol PP Kota Bogor.
Asep mengatakan, awal mula saat dirinya tengah bertugas memimpin patroli, ada telepon dari Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syach, bahwa ada kerumunan di jalan Sawo Jajar.
“Ada laporan masuk ke pak Kasat dari masyarakat, ada sekumpulan geng motor membuat kerumunan di Sawo Jajar pada Kamis (13/1/2022) pukul 23.00 WIB. Kemudian tim kami bergerak, setelah dicek kemudian dicek TKP benar ada kerumunan geng motor sekitar 50 motor,” ungkap Asep yang akrab disapa Well kepada wartawan pada Minggu (16/1/22) pagi.
Well melanjutkan, dirinya segera menghampiri kerumunan tersebut dengan cara humanis, namun ada beberapa anggota Satpol PP Kota Bogor yang mendekati dirinya dan berbisik agar berhati-hati. Karena beberapa kejadian saat hendak dibubarkan mereka melakukan perlawanan dan sampai ada yang mengacungkan senjata tajam (Sajam) karena terpengaruh oleh Minuman Keras (Miras).
“Tetapi saya panggil yang pimpinannya, lalu diajak ngobrol soal motor yang mereka bawa, karena saya juga dahulu pernah hobi motor. Setelah suasana cair, saya memberikan arahan kepada mereka agar tidak berkerumun karena masih dimasa pandemi Covid-19 Kota Bogor,” tuturnya.
Masih kata Well, mereka akhirnya memahami dan saat itu juga mereka mengakui bahwa kumpul-kumpul di Jalan Sawo Jajar ini, hendak berpesta Miras. Mereka mengerti, malah mereka mengajak dirinya untuk berfoto bersama.
“Mereka bubar secara teratur dan tidak jadi pesta miras. Mereka juga sempat mengajak saya dan beberapa petugas untuk berfoto bersama. Kami pun mengingatkan perbuatan seperti yang mereka lakukan tidak boleh diulang, karena bisa meresahkan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Well juga memaparkan, cara seperti ini akan terus dilakukan dirinya, mengingat saat menjadi Lurah apapun bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan berkomunikasi yang baik.
“Saya juga dengan tim nanti perlahan akan melakukan penyuluhan kepada anak jalanan (anjal), pengamen dan badut lampu merah, agar tidak melanggar ketertiban umum. Tentunya cara persuasif,” imbuhnya. (Nick)
Berikan Komentar