Kota Termacet Kelima, Atang Minta Pemkot Tanggapi Positif

Mediabogor.co, BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto meminta Pemkot Bogor agar hasil Survey kota Bogor menjadi kota termacet ke lima di Indonesia dengan positif. Hal itu merupakan kata Atang sebagai kritik untuk melipatgandakan ikhtiar Pemerintah Kota. Baik melalui program penataan sistem transportasi maupun program perbaikan jalur transportasi.

“Saya melihat sudah ada keseriusan dalam hal membenahi transportasi publik. Seperti hadirnya Biskita. Dan juga pengaturan rute angkutan kota. Setidaknya ini membantu mengurai permasalahan kemacetan,” katanya

Namun, kita juga melihat masih ada beberapa hal lain yang belum tuntas dilakukan. Antara lain revitalisasi terminal Bubulak. Kondisinya miris. Juga rencana pembuatan terminal feeder di setiap batas kota dengan kabupaten. Ini belum berjalan. Padahal, keberadaan terminal sebagai TOD sangatlah penting untuk mengatur jumlah angkutan publik di berbagai koridor.

Hal lain yang belum selesai dilakukan adalah perbaikan infrastruktur publik. Jembatan Otista sampai sekarang belum disentuh. Penyelesaian Jalan R3 juga belum selesai. Kami sendiri siap support dalam bentuk kebijakan anggaran untuk menyelesaikan masalah ini. Di APBD 2022 kita sudah sepakati anggaran penyelesaian R3.

Jadi, hasil survei tersebut harus disambut baik oleh Pemkot dengan meningkatkan kesungguhan dalam melakukan berbagai upaya dan inovasi program mengurai kemacetan di Kota Bogor.

Sebelumnya, perusahaan analisis data lalu lintas, Inrix, meliris hasil penelitian Global Traffic Scorecard 2021. Dimana Kota Bogor menjadi kota kelima di Indonesia yang mendapat predikat kota termacet. Untuk peringkat pertama Kota Surabaya, kedua DKI Jakarta, Denpasar dan Malang. Sedangkan tingkat dunia, Kota Bogor ada di posisi 821 kota termacet seantero bumi. (Red)

Berita Terkait

Berikan Komentar