Menteri Era Gus Dur Soal Wisata Glow : Terobosan Luar Biasa

Mediabogor.co, BOGOR – Pengamat konservasi Dr Alexander Sonny Keraf mengungkapkan inovasi eduwisata malam Glow di Kebun Raya Bogor merupakan terobosan luar biasa. Dalam arti aset-aset milik pemerintah yang selama ini lebih sebagai cost center dilakukan inovasi manajemen dan tata kelola dengan bergandengan tangan dan bermitra dengan pihak swasta untuk menjadi profit center.

Dengan begitu terjadi inovasi yang luar biasa yaitu riset dan konservasi atau lingkungan tidak sekedar riset demi riset atau konservasi demi konservasi. Tapi, harus diramu dalam satu kesatuan lingkungan, konservasi dan ekonomi tanpa menekankan ekonomi lalu mengabaikan konservasi otoritas.

“Kita ambil contoh semua negara di dunia yang disebut sebagai knowledge basic economy atau riset ekonomi, ekonomi yang didasarkan oleh riset, ekonomi yang didasarkan pada inovasi itu memanfaatkan riset untuk kepentingan ekonomi, sebaliknya ekonomi menyumbang terhadap kemajuan riset. Karena kalau tidak negara manapun tidak punya kemampuan, apalagi Indonesia untuk membiayai riset, untuk membiayai ekonomi,” kata Sonny dalam keterangannya, Sabtu (16/10/2021).

Menurut Sonny yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup di era Presiden Gus Dur itu menilai bahwa terobosan yang dilakukan ini adalah bahwa riset tidak boleh berhenti hanya menjadi riset. Tetapi riset menyumbang terhadap atau dibungkus, diramu, dikelola secara bisnis.

“Tetapi sebaliknya bisnis berkontribusi terhadap perkembangan riset, karena kalau tidak dana pemerintah terbatas, para peneliti hanya terkungkung pada dana yang terbatas, sehingga punya keterbatasan mengembangkan inovasi yang kreatif yang sesungguhnya bisa dilakukan,” ungkapnya.

Dirinya berpesan agar Kebun Raya Bogor bisa memanfaatkan hasil riset sebagai sumber pendanaan untuk keberlangsungan penelitian dan riset. Jangan sampai hasil riset berhenti hanya menjadi koleksi.

“Tetapi hasil riset dan pembudidayaan, hasil pengembangbiakan tanaman-tanaman dengan berbagai kultur jaringan, dengan berbagai teknologi yang mereka miliki sesungguhnya tidak hanya sekedar menjadi koleksi dan menjadi pajangan di museum atau laboratorium, tetapi bisa dimanfaatkan secara ekonomi atau bisnis,” tutup Sonny.

Untuk diketahui, eduwisata malam Glow di Kebun Raya Bogor sempat menuai polemik dari berbagai kalangan. Ada yang menganggapnya positif tetapi ada juga yang menilai akan berdampa negatif. (Zian)

Berita Terkait

Berikan Komentar