Oji Bocah Berusia 6 Tahun di Sukajaya Terbaring Lemas Karena Gizi Buruk
Mediabogor.co, BOGOR – Muhammad Oji bocah berusia 6 tahun Warga Kampung Babakan Sipayung RT 02/08 Desa Sipayung Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terbaring lemas di dalam ruangan rumah orang tuanya yang beralaskan karpet dan berdinding bilik yang terlihat kurang terawat akibat terhimpit ekonomi yang serba kekurangan.
Badan Oji yang menderita gizi buruk sejak lahir di usia 6 bulan sudah terlihat mengecil dan kurus sehingga terlihat lekukan tulang pada beberapa bagian tubuhnya. Selain itu, Oji juga menderita penyakit penyerta yakni paru paru.
“Memang sakitnya sudah lama, hampir sekitar 6 tahun, dari usia 6 bulan Oji sudah terlihat kurus dan kecil, sudah diketahui menderita gizi buruk sehingga asupan makanan pun hanya bubur Sun saja. Saya sudah pernah bawa berobat ke RSUD Leuwiliang namun biaya nya untuk membayar saya tidak punya, karna BPJS yang Oji punya itu harus dibayar dulu tunggakan nya,”ujar Mumun orang tua Oj8 saat ditemui dirumah, Selasa (30/3/21).
Ia menuturkan dirinya merasa binggung dengan biaya pengobatan anaknya, dan biaya pendampingan sehari hari ketika dirawat di RSUD Leuwiliang.
“Suami saya bekerja hanya sebagai pegawai serabutan dengan penghasilan yang tak menentu,” paparnya.
Oji mengalami sakit ini sudah hampir 6 tahun lebih semenjak lahir usia 6 bulan, saya sendiri sudah pasrah dengan keadaan penyakit Oji, karna kondisi ekonomi yang tidak mampu untuk membiyai pengobatan ke Rumah sakit.
“Untuk biaya sehari hari saya dan Usup (50) suami saya harus bekerja sebagai serabutan untuk memenuhuhi kebutuhan hidup 4 orang anak saya yang masih kecil dan Kaka nya Muhidin (15) harus rela putus sekolah untuk bekerja sebagai pedagang baso keliling untuk membantu adik adiknya karena saya orang tidak mampu,” ucap Mumun.
Sementara itu Kader Desa Sipayung Yuyun mengatakan, Muhamad oji (6) menderita gizi buruk sejak usia 6 bulan, keluarga oji membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Saat di ketahui oji menderita gizi buruk usia 6 bulan namun, himpitan ekonomi manjadi kendala. “Dulu sempet bawa k RSUD leuwliang karna orang tuanya ga punya biyaya jadi dibawa pulang lagi,” ujarnya
Menurutnya, Oji mendapatkan bantuan dari kepala desa saja, itu pun hanya untuk beli bubur sun untuk asupan makan, Karna oji hanya memakan asupan bubur sun.
“Setiap bulan saya ambil uang sebesar 70 ribu dari Ibu kepala desa itu juga kadang kurang, jadi kadang juga ibu nya terpaksa harus ngutang dulu ke warung, kara Oji suka menolak makanan yang lain, maunya bubur sun saja tidak mau makanan lain, diberi susu pun tidak mau” tuturnya.
“Ya saya kader nya di Desa Sipayung, kadang Ibu kepala desa memberikan uang 70 ribu perbulan untuk membeli Sun untuk asupan makan oji. Semenjak saya manjadi kader tidak pernah pihak pukesmas dan Pemerintah Kecamatan datang ke sini untuk melihat kondisi Oji, Kadang saya merasa kasihan karena Oji suka nangis di tempat rame dan kalau dibawa keluar rumah Oji tidak mau karna Malu mungkin,”ungkap Yuyun
Sementara itu Kepala Puskesmas Sukajaya Darwin Navis mengatakan, akan terus memonitor asupan gizi oji agar kesehatannya setabil, karna ini tanggung jawab lintas sektoral, bukan hanya Puskesmas saja, Pemerintah Desa dan kecamatan juga sama, ini jelas liding sektornya harus terus berjalan.
”Saya baru tau hari ini ada yang memiliki riwayat penyakit gizi buruk karna saya baru seminggu jadi Kepala Puskesmas di Sukajaya, akan tetapi kasus gizi buruk ini akan saya tindak lanjuti melalui bidan desa untuk terus memonitor setiap bulannya terkait asupan gizinya,”imbuhnya, saat di konfirmasi.
Lanjut dia, menurut keterangan bidan desa nya, ini kasus lama tahun 2015 sempet ditangani oleh pihak kesehatan namun, pihak keluarga menolak karna kurang biaya, pihaknya pun sudah melakukan pengajuan BPJS agar meringankan keluarga oji.
“Dulu sempet di bawa ke RSUD leuwliang, dokternya menyuruh untuk di rawat, namun keluarga menolak karna tidak memiliki biaya, tetapi kita akan mengajukan ke dinas untuk asupan gizinya,” tuturnya.
Terpisah Kepala Desa Sipayung Iyus, dirinya sedang mengurus BPJS Oji yang menunggak sejak pemerintahan Desa sebelumnya.
“Ya nanti akan saya urus BPJS-nya, karna sekarang tidak memiliki anggaran untuk mengurus tunggakan BPJS nya sebesar 2 juta,” pungkasnya ( Agil).
Berikan Komentar