BPBD dan Relawan Bentuk Tim Khusus Pemantauan Enam Aliran Sungai

Mediabogor.co, BOGOR – Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor dalam kurun waktu sepekan kebelakang, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mesti ekstra hati-hati, akan potensi bencana hidrometeorologi (bencana yang disebabkan oleh faktor alam).

Bupati Bogor Ade Yasin mengimbau kepada masyarakat, agar senantiasa waspada, akan potensi bencana yang terjadi akibat tingginya curah hujan. “Mengingat potensi curah hujan masih tinggi, kami menghimbau kepada masyarakat, agar senantiasa waspada dengan potensi bencana, seperti banjir,” katanya, Minggu (14/2).

Orang nomor wahid di Kabupaten Bogor ini juga meminta, agar masyarakat yang tinggal di bantaran enam sungai yang ada di Kabupaten Bogor, untuk selalu waspada.

“Terutama yang tinggal di sekitar aliran Sungai Cibeet, Cileungsi, Cikeas, Cisadane, Cianten, Cidurian dan Hulu Sungai Ciliwung. Semuanya harus waspada,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Dede Armansyah mengatakan, untuk mengantisipasi potensi bencana, pihaknya mengaku sudah menyiagakan petugas gabungan, untuk terus memantau debit air di enam aliran sungai.

“Jadi kami melakukan pemantauan dari petugas gabungan, yang terdiri dari unsur BPBD dan relawan. Jadi setiap jam debit air kami pantau, makannya alhamdulilah sampai saat ini, sekalipun ada luapan belum ada korban jiwa,” ucapnya.

Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, sampai saat ini, dari enam sungai yang ada di Kabupaten Bogor, hanya tiga sungai yang berstatus siaga satu. “Seperti Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi, itu sudah siaga satu. Kalau yang lainnya masih aman,” tuturnya.

Untuk mekanisme pemantauan, nantinya setiap petugas yang bersiaga di masing-masing sungai, akan melaporkan kondisi debit air secara berkala, yakni setiap satu jam sekali.

“Kalau untuk jumlah petugas yang bersiaga, bervariasi, mulai dari 10 sampai 20 orang. Yang pasti kami rangkul semua unsur, baik BPBD maupun relawan. Seperti relawan pramuka dan teman-teman di desa tangguh bencana. Jadi saat ada kenaikan debit air langsung diinformasikan,” tutupnya. (Faisal)

Berita Terkait

Berikan Komentar