Selama Pandemi Covid-19, Berdampak Menurunnya Omset Pengusaha Konvensi
Mediabogor.co, BOGOR – Pandemi Covid 19, berdampak menurunnya omset penjualan jaket. Salah satunya pengusaha Konvensi Jaket jenis Parka dan Bomber milik Hendrik Joy (45) warga Kampung Pabuaran Sinagar, Rt 02/05, Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea.
Sebelum pademi, dalam waktu sepekan biasanya bisa menjual Jaket sebanyak 1.200 potong. Saat ini, penjualan Jaket mengalami penurunan hingga 50 persen dan hanya bisa menjual 500 potong Jaket per minggunya.
Hendrik mengaku, pandemi Covid 19 sangat berimbas menurunnya pesanan jaket. Biasanya dalam seminggu bisa menjual 1200 potong, sekarang hanya 500 potong. Itu pun hanya mengadakan penjualan lewat online.
“Biasanya saya menjual jaket ke Pasar Tanah Bang, Cipulir sebanyak 1.200 potong dalam seminggu. Sekarang hanya bisa menjual Jaket secara online sebanyak 500 potong saja, ” keluh pria yang biasa di sapa Joy
Joy mengungkapkan dirinya belajar membuat jaket secara turun menurun dari orangtua. Pada 2002, dirinya bersama sang istri memutuskan untuk membuka usahan konveksi Jaket di rumahnya. Menjalani usaha konveksi Jaket, mengalami pasang surut. Apalagi saat krisis moneter pada tahun 1997, usaha konveksinya sempat guling tikar.
“Modal awal membuka konveksi Jaket sebesar Rp 10 Juta. Uang tersebut dibeliikan mesin jahit, peralatan dan bahan Jaket, ” ujarnya.
Usaha jaket yang digeluti selama 19 tahun, mengalami pasang surut. Dibantu kurang lebih 28 orang karyawannya dirinya membuat Jaket jenis Parka dan Bomber. Untuk pemasaran Jaket di jual secara online dengan harga Rp 50 ribu.
“Pandemi sekarang saya hanya mengadakan penjualan Jaket secara Online. Terkadang, ada saja konsumen yang langsung datang ke rumah untuk membuat Jaket, ” ungkapnya
Untuk proses penjahitan Jaket dikerjakan di rumah karyawan masing yakni di wilayah Gunung Malang, Tapos, Gunung Bunder dan Bojong jengkol.
Setelah Jaket di jahit, baru proses finising.
“Saya berharap pandemi Covid 19 bisa cepat selesai dan usahan Jaket bisa kembali ramai pesanan, ” pintanya. ( Agil).
Berikan Komentar