Harga Telur Ayam Turun, Peternak Telur Menjerit
Harga Telur Ayam Turun, Peternak Telur Menjerit
Mediabogor.co, BOGOR – Turunya harga telur ayam di pasaran, membuat peternak ayam petelur menjerit. Salah satu peternak ayam petelur asal Kampung Cikempong, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Suwarsih mengaku, turunnya harga telur di pasaran, sudah terjadi sejak awal tahun ini. Hal itu juga yang membuat awal tahun 2021 ini, teramat berat baginya.
Suwarsih bercerita, semula pada Desember 2020 kemarin, harga telur di pasaran masih tergolong stabil. Bahkan harganya mencapai Rp350 ribu untuk setiap peti berisikan 15 kilogram telur ayam segar.
“Kalau Desember kemarin masih stabil harganya. Satu peti isi 15 kilogram itu Rp350 ribu. Tapi kalau sekarang, harganya cuma Rp280 ribu satu peti,” katanya Senin (01/02/2021).
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti apa penyebab turunnya harga telur ayam di pasaran. Namun yang jelas, kondisi ini sudah dialaminya sejak awal 2021 ini.
“Saya juga tidak tahu penyebabnya apa sampai harga telur turun seperti ini. Padahal produksi para peternak ayam petelur tergolong aman, di rata-rata tiga peti dalam sehari,” ucapnya.
Meski harga telur mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, namun untuk penjualan, ia sama sekali tidak mengalami kesulitan.
“Kalau jualan mah lancar tidak ada gangguan. Permintaan pasar juga normal seperti biasa. Cuma itu saja masalah harga yang turunnya cukup jauh,” akunya.
Humas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Tohaga Isni Jayanti membenarkan, jika saat ini harga telur di sejumlah pasar tradisional mengalami penurunan harga.
Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, rata-rata harga telur ayam di pasaran menyentuh Rp22 ribu perkilogram.
“Iyah memang harga telur sedang turun. Dari yang semula sekitar Rp26 ribu perkilogram, sekarang menjadi Rp22 ribu perkilogram,” ucapnya.
Pihaknya belum bisa memastikan, faktor apa yang membuat harga telur di pasaran mengalami penurunan. “Kami belum bisa pastikan apa sebabnya. Karena dari segi stok ketersediaan dan pasokan telur di pasaran semuanya aman dan normal,” tutupnya. (Faisal)
Berikan Komentar