Jelang BK Porprov XIV, KONI Kota Bogor Validasi Data Atlet dan Pelatih
Jelang BK Porprov XIV, KONI Kota Bogor Validasi Data Atlet dan Pelatih
Mediabogor.id, BOGOR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor, melalui Bidang Prestasi telah memverifikasi dan validasi data atlet, maupun pelatih di 28 cabang olahraga, sebelum pelaksanaan Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) XIV Jawa Barat 2022, yang dimulai tahun 2021 ini. Hal itu ditegaskan Ketua Tim verifikasi dan validasi data atlet dan pelatih, Yudi Wahyudi, Selasa (5/1).
“Dari 46 cabor anggota KONI, kita sudah selesai memverifikasi dan validasi data atlet dan pelatih di 28 cabang olahraga. Sedangkan 18 cabor lainnya, baru akan kita lakukan pada 7 hingga 8 Januari 2021 nanti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jika 28 cabor yang sudah diverifikasi dan validasi di antaranya cabor atletik, aeromodeling, angkat besi, angkat berat, arung jeram, biliard, boling, bola tangan, criket, dayung, golf, anggar, judo, kurash, kempo, menembak, renang, selam, panjat tebing, pencak silat, dansa, taekwondo, tarung derajat, softball, catur, wushu, panahan, dan sepak takraw.
“Untuk verifikasi dan validasi tahap pertama untuk 28 cabor tersebut. Mengingat telah keluarnya ketentuan dan peraturan Porprov 2022 serta hasil koordinasi, raker serra rakor dari beberapa Pengprov yang diikuti oleh Pengcab se-Jawa Barat, termasuk Pengcab Kota Bogor,” terangnya.
Yudi juga menjelaksan, kalau verifikasi dan validasi ini merupakan tahal penentuan potensi cabor dan penetapan kuantitas atlet, pelatih yang diusulkan oleh Pengcab/Cabor. Karena sambung Yudi tidak semua ajuan, ataupun usulan atlet, pelatih harus dipenuhi. Jadi sesuai dengan usulan cabor, sehingga hasil verifikasi ini menentukan seberapa besar potensi prestasi cabor, berapa nomor pertandingan yang bisa diikuti oleh masing-masing cabor, ada berapa banyak nomor potensi mendali, sampai sejauh mana prediksi tingkat ketercapaian target.
“Hal itu akan menentukan berapa jumlah atlet-pelatih cabor yang bisa mengikuti BK Porprov nanti. Selain itu verifikasi merupakan kegiatan menyatukan misi sukses prestasi terlepas BK PORPROV adalah hak semua cabor untuk mengikuti, namin juga bukan sekedar meloloskan akan tetapi lolos BK masuk zana medali,” paparnya.
Kalaupun atlet-atlet dari masing-masing cabor lolos dari BK tapi peringkat dan ranking jauh dari zona mendali, tambah Yudi, maka tidak akan diberangkatkan untuk mengikuti Porprov 2022. Karena sebagian besar atlet pelatda PON lolos otomatis atau wildcard. Jadi KONI hanya akan memberangkatkan yang benar-benar potensi medali.
“Pada BK Porprov nanti adalah hak semua cabor untuk ikut. Tapi hasil BK yang akan menentukan cabor ikut atau tidak ke Porprov. Karena kalau ada atlet dari masing-masing cabor lolos BK, namun rankingnya di posisi ke empat atau lima besar, 4 atau 5 dan seterusnya, secara otomatis tidak akan diberangkatkan oleh KONI,” tegas Yudi.
Untuk acuan dalam verifimasi dan validasi itu, antara lain, nama, NIK, nomor pertandingan, prestasi terbaik di tiga tahun terakhir, baik itu di nomor single event, multi event, dan data lainnya dilaksanakan dengan pengalian data pada saat verifikasi. Sedangkan penentuan potensi prestasi dan potensi mendali tim verifikasi menggunakan indikator performa dengan tujuh skala item performa, mngingat hal ini sangat penting untuk bisa mengetahui potensi dari atlet yang ada dimasing-masing cabor.
“Kaitan dengan data berkas/dokumen yang dibawa Pengcab saat verifikasi adalah data atlet, pelatih, periodisasi lrogram, latihan, benchmarking dan maping analisa cabor serta data prestasi, sebab data prestasi tersebut yang nantinya akan menentukan atlet masuk kategori andalan, prioritas atau potensial pada BK Porprov,” pungkasnya. (Yat)
Berikan Komentar