Porprov XIV Jawa Barat 2022, Kontingen Kabupaten Bogor Yakin di Posisi Ketiga
Porprov XIV Jawa Barat 2022, Kontingen Kabupaten Bogor Yakin di Posisi Ketiga
Mediabogor.id, BOGOR – Hasil verifikasi atlet serta pendataan Tunjangan Atlet Prestasi Juara (Tapera) yang dilalukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, terhadap semua cabang olahraga anggotanya, sudah menghasilkan jumlah medali emas yang bisa diraih Kontingen ‘Bumi Tegar Beriman’ pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 2022 di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Bandung Barat, yakni sebanyak 189 medali emas. Hal itu ditegaskan Sekretaris Umum KONI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar.
“Dari hasil vetifikasi tersebut, kita sudah bisa memprediksi, kalau Kontingan Kabupaten Bogor, bisa mengoleksi 189 emas. Bahkan jumlah medali emas 189 itu, sudah bisa mengamankan posisi Kabupaten Bogor masuk tiga besar,” ujarnya, Rabu (04/11/2020).
Pria yang akrab disapa Akew itu menjelaskan, jika angka 189 medali emas itu muncul berdasarkan data-data dari cabor. Yang mana data ini merupakan data atlet peraih medali pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat 2018 lalu, dan sekaligus para atlet ini sudah melewati seleksi ketat, yang diproyeksikan bisa meraih medali emas di ajang Porprov 2022, diluar data atlet yang juga akan menerima Tapera dari KONI.
“Dari hasil verifikasi yang sudah kami lakukan terhadap cabor anggota KONI. Setidaknya sudah bisa jadi acuan kami untuk mempertahankan gelar juara umum di Porprov 2022,” tegasnya.
Melalui program Tapera ini, lanjut Akew diharapkan semua pengurus cabang olahraga anggota KONI Kabupaten Bogor harus bisa lebih ekstra dalam mempersiapkan para atletnya untuk bisa menyumbangkan medali emas bagi Kontingen Kabupaten Bogor. Apalagi, ini semua bagian dari upaya KONI dalam mempertahankan gelar juara umum dipentas olahraga empat tahunan di ‘Tanah Pasundan’ tahun 2022 mendatang.
“Selain memberikan Tapera kepada atlet. KONI juga akan memberikan anggaran pembinaan cabor berbasis prestasi kepada semua cabang olahraga. Bahkan mulai tahun 2021 mendatang, sudah tidak ada istilah pemberian anggaran yang sifatnya Triwulan 1, 2 dan 3. Karena kami akan menerapkan sistem pemberian anggaran dengan istilah semester 1 dan semester 2,” bebernya
Lebih jauh Akew menjelaksan, bahwa saat cabor ingin mengajukan anggaran untuk semester 1 atau 2, semua cabor harus mengajukan proposal kegiatan yang akan dilakukannya dalam tiap semester kepada KONI. Namun anggaran cabor setiap semester akan dicairkan pada saat semua cabor sudah menyerahkan laporan pertanggung jawaban (LPJ) atas bantuan yang diberikan sebelumnya.
“Kedepan mekanisme bantuan anggaran pembinaan cabor akan dilakukan secara transparan dan objektif,” pungkasnya. (Yat)
Berikan Komentar