Tiga Mahasiswa Fakultas Ekonomi Islam Unida: Dorong Para Pelaku UMKM Melek Digital Marketing

Tiga Mahasiswa Fakultas Ekonomi Islam Unida: Dorong Para Pelaku UMKM Melek Digital Marketing

Mediabogor.id, BOGOR- Tiga Mahasiwa Universitas Djuanda (Unida) Bogor, Jawa Barat yang bernama Ahmad Komarudin, Jannatun Nisa dan Nadiaturahmi mengadakan kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Jl. Pulo Empang RT 01/06 Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor tengah.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Islam tersebut, menggagas program kerja Pemberdayaan UMKM dengan melakukan inovasi produk dan pemasaran online. Kegiatan ini pun sesuai dengan tema yang di usung “Penguatan ekonomi masyarakat di era new normal berbasis syariah”. Selain sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Ahmad Komarudin, Ketua kelompok KKN menyatakan, jadi selain tugas ini dari kampus selama satu bulan kedepan, dirinya juga harus mendampingi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah sini.

“Tak lain tujuannya untuk membantu memasarkan secara digital marketing atau online, agar usaha yang dimiliki mereka ikut terbantu dalam keadaan sulit seperti ini,” kata Ahmad Komarudin atau yang lebih akrab di sapa Umay, kepada Mediabogor.id, Selasa (3/11/20).

“Contoh dari informasi yang kita dapatkan ada usaha shampo pembersih kendaraan, awalnya penjualannya itu secara dor to dor atau dari pintu ke pintu dengan mendatangi satu persatu tempat cuci steam kendaraan di kota Bogor dengan hasil masih terbatas,” ujarnya.

Dengan begitu kita ber inisiatif untuk bantu memasarkannya secara luas melalui online, seperti target marketnya ke perumahan-perumahan ke orang-oran langsung baik dengan akun medsos pribadi ataupun dengan medsos khusus market place juga agar lebih efektif yang di hasilkan.

Umay menegaskan, dirinya juga membantu di pengemasannya sedikit merubah dengan cara di perkecil yang biasanya ukuran nya 5’KG minimalisir menjadi 500’gram agar harga pun bisa masuk ke semua kalangan mulai dari Rp 15.000,- per botol.

“Bahkan bukan hanya satu produk ini saja ada yang lainya seperti, konveksi yang berbasis Comunitas yang memproduksi tas kulit dan ada juga pengolahan makanan dan minuman yang berbahan dasar bunga telang, mereka ini kebanyakan masih memasarkan secara manual kita bantu rubah metode penjualan secara online agar lebih berasa dalam pengembangan usaha yang mereka miliki,” kata dia.

“Allhamdulillah kalau bicara seberapa efektif menurut kami cukup sangat efektif,” paparnya.

Kata dia, di era digital ini segalanya harus di bantu dengan media sosial, apalagi dalam situasi seperti ini tatap langsung atau bertemu orang ke orang harus di batasi. Mungkin masyarakat saat ini sangat nyaman dengan belanja online cukup diam diri dirumah tampa harus datang langsung ke lokasi penjualan dan yang tadinya mereka penjualan nya terbatas hanya di wilayah sini saja,”Setelah kita bantu secara online dapat pembeli dari luar wilayah seperti, Cibinong, Gunung Putri dan beberapa pembeli dari luar daerah bisa terjangkau,”beber dia

“Perlu diketahui dalam pendampingan ini kami berikan secara cuma-cuma atau gratis tampa di pungut biaya sedikitpun murni untuk membantu memasarkan produk mereka,” cetusnya.

Umay berharap jika dirinya dan temen-temennya ini tidak mendampingi lagi, agar para pelaku UMKM ini jangan sampai disini saja, mereka harus bisa memasarkan secara online terus kedepannya.

Sementara itu Nisa pemilik usaha Sofie Cleaner mengaku, sangat terbantu dalam peningkatan penjualan. Untuk hasilnya yang di dapatkan kira-kira diangka 50 persen dalam waktu satu minggu di bantu pemasaran secara online dan jangkauan penjualan pun sekarang sudah cukup luas tidak seperti biasanya hanya disini-sini saja. (Nick)

Berita Terkait

Berikan Komentar