Pemberian Tapera Untuk Mengunci Atlet Agar Tak Pindah ke Daerah Lain

Pemberian Tapera Untuk Mengunci Atlet Agar Tak Pindah ke Daerah Lain

Mediabogor.id, BOGOR – Pemberian Tunjangan Atlet Prestasi Juara (Tapera) yang akan diberikan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, dalam waktu dekat ini, harus menjadi acuan bagi pengurus cabor untuk bisa membina, serta menjaga para atlet-atlet binaannya tidak pindah dari Kabupaten Bogor. Apalagi Tapera yang diberikan KONI nanti merupakan formula jitu untuk mengamankan atlet-atlet lokal ‘Bumi Tegar Beriman’. Sehingga pada saat akan dilakukannnya pendistribusian Tapera kepada atlet, KONI akan mengulitamatum para cabor untuk membuat pernyataan secara tertuli kepada atlet-atlet penerima Tapera.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin, disela-sela kegiatan sosialisasi program Tapera, di Bigland Hotel Sentul, Kecamatan Babakan Madang.

“Sebelum penyerahan nanti, kita akan tegaskan kembali kepada cabor, untuk membuat surat pernyataan kepada para atlet penerima Tapera. Karena ini sangat penting dalam menjaga, dan sekaligus untuk mengunci, agar atlet tersebut tidak pindah dengan seenaknya,” ujarnya, Selasa (03/11/2020).

Pria yang akrab disapa Junsam itu menjelaskan, bahwa KONI, tidak akan main-main dalam memberikan Tapera kepada para atlet binaan cabor anggota KONI. Terlebih lagi Tapera itu, bagian dari upaya KONI dalam memberi kenyamana kepada atlet di ‘Kabupaten Bogor’. Jadi, sambung Junsam, perlu ada ketegasan dari KONI untuk cabor, kaitan dengan Tapera yang akan diterima atlet.

“Memang tidak ada sangsi berat yang akan kami keluarkan ketika atlet penerima Tapera tiba-tiba pindah ke daerah lain. Hanya saja kita minta atlet tersebut untuk mengembalikan tunjuangan yang sudah mereka terima. Apalagi kalau mereka pindah tanpa melalui prosedur, maka bisa kami pastikan atlet itu tidak akan bisa bertanding di kejuaraan daerah,” tegasnya.

Jadi tambah Junsam, kalau ada atlet penerima Tapera, tapi tiba-tiba pindah tanpa prosedur. Maka dipastikan atlet tersebut tidak akan bisa bertanding memperkuat daerah lain. Bahkan mereka juga harus mengembalikan tunjangan yang sudah mereka teriman dari KONI.

Menanggapi hal ini, Pelatih Tarung Derajat Kabupaten Bogor, Hardi Sanjaya, sangat setuju dengan kebijakan yang telah ditetapkan Ketua KONI Kabupaten Bogor.

“Saya setuju. Karena dengan adanya kebijakan tersebut, maka para atlet juga akan berfikir untuk pindah. Bahkan, secara pribadi, ataupun dari Pengcab Kodrat, kita juga akan membuat perjanjiang dengan atlet-atlet penerima tunjuangan secara tertulis. Yang tujuannya untuk mengunci mereka supaya tidak seenaknya ingin pindah ke daerah-daerah yang mereka tuju,” kata Hardi Sanjaya. (Yat)

Berita Terkait

Berikan Komentar