Kardi Kurnia : Harus Bantingan Usaha di Tengah Pandemic Covid-19

Kardi Kurnia : Harus Bantingan Usaha di Tengah Pandemic Covid-19

Mediabogor.id, BOGOR- Sektor Industri Kecil Menengah (IKM) yang merupakan salah satu usaha yang paling terdampak dalam pandemi Covid-19. Contohnya yang dialami Kardi Kurnia seorang pengusaha tas dan jaket sapi dan domba
harus memulai putar otak kembali karena usahanya tidak bisa berjalan semestinya.

“Sudah berjalan terhitung sejak 3 bulan lalu, dibantu seorang istri membuat inovasi usaha baru dengan memproduksi sendiri telur asin home industri dan memasarkan ke warung-warung makan, restoran, instansi kepemerintahan sampai kerabat dekat,” kata Kardi, saat ditemui, Kampung Pulo Empang, RT 02/06, Paledang, Bogor Tengah kepada mediabogor.id, Jumat (12/5/20).

“Kenapa saya harus banting stir? Saat wabah covid-19 ini saya berpikiran karena tas bukan kebutuhan pokok dan bahkan dari beberapa outlet, reseller ditutup sementara di pending dan itupun hanya ada pemesan dari pemakai langsung beberapa orang saja,” katanya.

Nah untuk telur asin ini, kata dia, bisa produksi seharinya sebanyak 700 sampai 1000 butir dan harga jualnya pun sangat murah hanya Rp. 10.000,- per 3 butir.

“Oh ia satu kehormatan pada siang tadi saya di kunjungi untuk di tinjau langsung saat proses produksi oleh Kepala Dinas Perdagangan (Kadis Disperindag) kota Bogor, Ganjar Gunawan beserta Kepala bidang (Kabid) perindustrian Dian Permatasari, tak hanya disitu mereka juga memesan cukup banyak telur asin kami untuk konsumsi,” tegasnya. (Nick)

Berita Terkait

Berikan Komentar