Pengusiran Terhadap Awak Media Itu Arogan, Minta Maaf!

Mediabogor.com, Bogor – Komentar terhadap insiden pengusiran awak media pada Senin (10/10) saat hendak melakukan peliputan RAPBD-P oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono terus berdatangan. Kali ini Beninu Argobie, Ketua Pemuda Pancasila Kota Bogor angkat bicara. Pasalnya, insiden tersebut merupakan tindakan arogan yang tidak perlu dilakukan oleh seorang Pemimpin Dewan. “Itu kan kalau namanya rapat Dewan disepakati dulu tebruka atau tertutup. Nah kalau sudah terbuka dan awak media sudah dipersilahklan masuk, lagi pembahansan, dan diusir itu tindakan yang arogan. Itu hal-hal yang tidak harus dilakukan sebagai Wakil Rakyat,” tegasnya kepada mediabogor.com.

Menurutnya, jalan yang terbaik harus dilakukan oleh Ketua DPRD saat ini adalah melakukan permohonan maaf secara terbuka. “Harusnya ada permohonan maaf secara terbuka! Karena orang-orang itu manusia biasa banyak khilaf. Tapi yang dihargai adalah yang mengakui kesalahan. Minta maaf kepada media, dan pasti selesai karena adat di Bogor kan seperti itu. Tapi kalau tidak mau minta maaf berarti memang ada yang aneh lah dari Pimpinan,” paparnya.

Selanjutnya, kata Ben, banyak cara yang jauh lebih bijak saat diketahui ada hal-hal yang harus dilakukannya rapat tertutup. “Kalau memang ada substansi yang tidak perlu diketahui, kan sebenarnya bisa dilakukan secara baik-baik. Bisa melalui Sekwan dengan cara-cara yang baik kepada media,” ungkap Bapak beranak satu ini.

Ben juga menekankan agar permasalahan ini bisa diselasaikan secara kekeluargaan, sehingga masyarakat tidak terganggu. “Kayaknya gak perlu ada gugatan ya. Kalo memang Ketua ini salah ya minta maaf lah. Janagn sampe ada rebut. Kasian Kota Bogor lagi banyak masalah. Karena takutnya berimbas pada masyarakat,” sarannya.

Dia pun berpesan, Pejabat Publik sudah seyogyanya memiliki sikap yang mencerminkan Wakil Rakyat. “Itu harusnya ada perbaikan sikap dari kepala DPRD Kota Bogor. Karena itu bukan suatu sikap yang harus dicerminkan dari seorang Pemimpin. Di Kota Bogor sebenarnya tidak perlu terjadi hal-hal demikian,” tutupnya. (RN)

Berita Terkait

Berikan Komentar