Lawan Covid 19, Dewan Paguyuban UMKM Kota Bogor Berikan APD ke Tim Medis
Lawan Covid 19, Dewan Paguyuban UMKM Kota Bogor Berikan APD ke Tim Medis
Mediabogor.id, BOGOR – Terus bertambahnya pasien virus corona di negara Indonesia terutama di Kota Bogor, Jawa Barat, menimbulkan simpatik dari berbagai kalangan masyarakat untuk membantunya.
Dewan paguyuban UMKM Kota Bogor yang berlokasi di daerah Empang Kecamatan Bogor Selatan, menyumbangkan bantuan berupa Alat Pelindung diri (APD) kepada Puskesmas dan Rumah Sakit di seluruh Kota Bogor. Hal ini dilakukan, untuk memerangi penyebaran virus mematikan tersebut.
Selain itu, mereka juga memberikan bantuan minuman kesehatan tradisional seperti jamu hingga sembako kepada warga yang terdampak Covid-19 seperti driver ojek online (Ojol), supir angkutan umum (angkot).
“Kegiatan ini merupakan program ketiga yang telah dilakukannya,” ungkap Kushermayanti Ketua Paguyuban UMKM Kota Bogor, Senin (13/04/2020).
Ia mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah peduli terhadap warga yang terdampak corona, dan tim medis yang bersusah payah untuk menyembuh pasien virus mematikan tersebut.
“Hari ini kita berikan bantuan berupa APD, masker, hand sanitizer dan suplemen (Vitamin) kepada puskesmas dan rumah sakit,” jelasnya
Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan 25 warung untuk membagikan makan siang kepada warga.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada donatur yang telah membantu untuk jalannya program paguyuban umkm selama wabah corona ini,” ucapnya.
Dalam kegiatan sosial ini, dirinya berharap bisa membangun kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah.
“Saya juga ingin membangun kolaborasi bersama untuk menghadapi corona ini, karena dalam memutus mata rantai corona ini tidak bisa dilakukan oleh beberapa pihak tetapi kita ingin secara keseluruhan antara masyarakat dan pemerintah bersama sama untuk melawan Corona,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bogor Selatan, drg Eliyanti menuturkan, bantuan dari dewan pagiyuba UMKM ini sangat bermafaat bagi tenaga medis yang tetap melakukan pelayanan dan pemantauan dan tracking bagi pasien pasien yang terpapar.
“Sekarang ini, APD sulit di dapatkan dan walaupun ada harganya sangat mahal, tapi kami sudah menyebar proposal untuk bantuan dan alhamdulillah hampir setiap hari ada yang memberikan donasi kepada kami,” pungkasnya. (Nick)
Berikan Komentar