RSUD Kota Bogor Akan Gunakan Pendaftaran Sistem Online
RSUD Kota Bogor Akan Gunakan Pendaftaran Sistem Online
Mediabogor.id, BOGOR- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Jawa Barat akan meluncurkan sistem layanan masyarakat berbasis aplikasi. Sistem yang akan dilaunching bernama pendaftaran online ini untuk memudahkan pelayanan bagi masyarakat.
“Sekarang masih dibuat, pertengahan Februari akan diujicoba, dan Insya Allah pertanggal 1 Maret 2020 aplikasi ini sudah di launching,” kata Direktur Umum (Wadirum) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, An An Andri Hikmat, kepada awak media, Jumat (31/01/2020).
Didalam aplikasi itu, kata An An, ada menu ‘Layanan RSUD Kota Bogor’. Disitu, terdapat beberapa layanan yang bisa digunakan masyarakat.
“Buka aplikasinya di handphone terus klik ‘Layanan RSUD Kota Bogor’. Nanti disitu masyarakat tinggal pilih apakah mau daftar, apakah mau rujukan ke dokter mana misalnya, spesialis apa, ataupun mau ke poli, disitu ada semua,” jelasnya.
Aplikasi Pendaftaran Online itu, kata mantan Plt Kepala Dinas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, sudah terkoneksi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).
“Jadi nanti ada kunci pembukanya yaitu dengan menggunakan finger print. Setelah kunci terbuka, data yang ada di BPJS akan masuk ke aplikasi ini, karena aplikasi ini sudah terkoneksi dengan BPJS,” ungkapnya.
Dengan adanya aplikasi itu, lanjut An An, kemudahan layanan masyarakat di RSUD Kota Bogor jelas akan termudahkan dan mampu mengefisiensikan waktu.
“Masyarakat yang sudah mendaftar nanti dari aplikasi ada jawaban soal jam kedatangan dan nomor urut. Jadi tidak usah lagi nunggu lama (ngantri) dari pagi. Soal obat, masyarakat juga tidak perlu lagi nunggu lama-lama di apotek, sudah pulang saja, sebab obat nantinya akan diantarkan kerumah langsung oleh ojek online,” jelasnya.
Aplikasi Pendaftaran Online itu juga, sambungnya, soal ketersediaan kamar yang ada di RSUD Kota Bogor bisa diketahui langsung kebutuhannya oleh masyarakat.
“Ini yang paling utama di aplikasi ini yaitu soal ketersediaan kamar. Jadi masyarakat akan tahu soal kebutuhan kamar karena bisa dilihat disitu, kalau misalnya ada beberapa kamar yang kosong, baik di kelas 1, kelas 2, kelas 3 ataupun VIP,” imbuhnya. (Nick)
Berikan Komentar