Dukung Kota Layak Anak, Pemkot Bogor Gelar Lomba Kesiapan Instansi
Dukung Kota Layak Anak, Pemkot Bogor Gelar Lomba Kesiapan Instansi
Mediabogor.id, BOGOR – Berbagai cara yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat untuk menyambut Hari Anak Nasional. Diantaranya, menggelar berbagai lomba kesiapan instansi demi mendukung kota layak anak.
“Senin pekan depan, kami akan melakukan penilaian lomba, salah satunya instansi yang akan dinilai adalah media massa di Kota Bogor,” ungkap Dudih Syarudin Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bogor, usai konferensi pers, di balaikota Bogor, Jumat (15/11/2019).
Ia menyatakan, hak dasar anak itu banyak hal diantaranya pendidikan, tempat bermain mereka, tempat dimana bisa berkomunikasi, dimana mereka juga mendapatkan kasih sayang, namun pada saat ini kan itu sangat sulit untuk di wujudkan, kecuali kita sama-sama mewujudkannya.
“KPAI juga bergerak dengan berbagai stekholder, pihak swasta, sekolah, masyarakat, bahkan ke wilayah kita terjun sama sama, memberikan penyadaran dan sosialisasi kepasa masyarakat karna ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.
Terkait kasus kekerasan anak, kata dia, dirinya tidak bisa berkata lain kecuali memang kasusnya meningkat. Dalam artian meningkat secara kwantitatif, sisi lain memandang bahwa masyarakat kota Bogor ini lebih peduli terhadap pelaporan.
“Dulu mungkin bisa jadi ga banyak yang melaporkan karna dianggapnya aib. Sekarang sudah mulai tersadarkan bahwa ini harus dilaporkan dan harus ditindak lanjuti secara hukum,” kata dia.
“Jadi itulah kesadaran-kesadaran masyarakat sudah meningkat. Jadi sisi positifnya itu yang kami tangkap sehingga kami bisa sama-sama menyikapi ini dan melakukan berbagai upaya pencegahan kalo belum terjadi melakukan berbagai upaya tindakan yang kalo itu harus kita lakukan tindakan sehingga masyarakat tau persis bahwa anak tidak boleh dibiarkan terlebih anak yang mendapatkan kekerasan,” paparnya.
Masih kata Dudih untuk perbandingannya, pada tahun lalu itu hampir 40 an lebih dan tahun ini hampir mencapai 60 persen lebih. Diantaranya, kasus pengasuhan, kekerasan seksual, terkapar teknologi gadget, kaitannya dengan trafiking sangat kecil tapi ada, terus pornografi, terkapar teknologi lewat pornografi yang lahirnya anak tidak bisa konsentrasi dalam belajar dan akhirnya anak akan lebih ingin memuaskan apa yang ada pada dirinya yang tidak memikir apa akibatnya dan ini jadi hambatan anak anak tidak bisa fokus dalam belajar. (Nick)
Berikan Komentar