Pemuda Pancasila Kota Bogor Kecam Pembakaran Bendera Tauhid, Benninu: Aksi Tak Beretika itu Kita Tolak!
mediabogor.com, Bogor – Kasus pembakaran Bendera Tauhid di Garut oleh oknum Banser pada Hari Santri (22/10) silam membuat geram banyak pihak. Baik dari Ormas Islam lain, ataupun organisasi Kebangsaan seperti Pemuda Pancasila. Menanggapi hal tersebut, MPC Pemuda Pancasila Kota Bogor, M. Benninu Argoebie mengutuk keras prilaku tak terpuji tersebut. “Kalau secara prinsip Pemuda Pancasila organisasi kebangsaan dan berdasarkan kebhinekaan, jadi namanya aksi-aksi tak beretika seperti itu kita pasti tolak. Kerena di situ bisa merusak memperpecah persatuan bangsa yang selama ini kita jaga,” tegasnya.
Kemudian lanjut dia, momentum tahun ini adalah tahun politik Pilkada dan Pilpres, jika ada pihak yang menggiring hal tersebut dapat berdampak lebih berbahaya. “Digiring ke momentum politik ini bisa berdampak bahaya,. Apalagi kalau memang tidak mengerti apa isi tulisannya (dalam bendera yang dibakar, red) yah jangan lah dibakar. Lebih baik kita berani tahan emosi meredam amarah,” ucapnya pada mediabogor.com, Senin (29/10/18).
Kang Ben, begitu sapaan akrabnya menghimbau kepada pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa pembakaran Bendera Tauhid tersebut dengan seadil-adilnya. “kita serahkan sepenuh-penuhnya secara proposional kepada Polri, karena gimanapun juga Polri itu mempunyai tanggung jawab untuk mengusut tuntas kasus ini secara adil. Karena kalau misal mengusutnya secara berat sebelah atau tidak profesional, institusi Polri sendiri yang akan nantinya bisa di pandang sebelah mata oleh masyarakat,” paparnya.
Selain itu, Kang Ben juga menanggapi perdebatan apakah bendera yang dibakar tersebut adalah simbol HTI atau murni kalimat Tauhid. Menurutnya, hal tersebut dapat dicek dalam ADART HTI, apakah ormas tersebut mendaftarkan bendera Tauhid tersebut sebagai logo-nya atau tidak. “Bendera lambang organisasi nya itu kan semuanya ada di ADRT, jika memang bendera itu di daftarkan, itu kan ada hal yang harus di selesaikan dari awal. Tetapi jikalau organisasi tidak mendaftarkan apa-apa yah berarti ada yang salah dalam memahami,” ungkapnya.
Untuk Kota Bogor sendiri, lanjut Ben, hingga saat ini masih kondusif dan damai. Namun demikian, dia berharap agar publik dapat menahan segala bentuk emosi demi terjaganya persatuan yang sudah terbentuk di Kota Hujan. “Untuk di kota Bogor kota Bogor ini dari dulu adalah yang tidak pernah mengalami kerusuhan, karena kota Bogor kota yang cinta damai kota yang adem dan tentram jangan sampai tahun ini atau tahun-tahun ke depan hal ini dirubah jadi mari kita sama-sama menjaga kota kita karena di kota ini lah kita hidup dan mencari uang dan juga menghidupkan keluarga kita jadi jangan kita rusak kota kita oleh diri kita sendiri mari kita sama-sama kita jaga kota kita,” tutup ayah beranak dua tersebut. (RN)
Berikan Komentar