Rumah Kosong Ambruk Sambar Sembilan Rumah

mediabogor.com, Bogor – Sebanyak sembilan unit rumah dipemukiman padat penduduk di RT 2/7, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, tertimpa rumah ambruk pada Kamis (25/10/18) siang. Kejadian ini, tidak menimbulkan korban jiwa, namun 16 KK yang rumahnya tertimpa reruntuhan diungsikan ke rumah kerabat masing-masing.

Salah satu warga yang rumahnya terkena reruntuhan rumah, Jumala (58) mengatakan, peristiwa ambruknya rumah terjadi sekitar pukul 13:30 WIB. Kejadian ini, membuat sembilan rumah rusak tetapi tidak ada korban jiwa hanya menimbulkan kerugian material.

“Alhamdulilah saat kejadian tidak ada anggota keluarganya dan penghuni delapan rumah lain yang tertimpa reruntuhan,” ungkapnya.

Jumala melanjutkan, dirinya dan warga lain sepakat meminta Pemkot Bogor cepat dan tanggap mengantisipasi peristiwa seperti ini, karena sekarang sudah masuk musim penghujan.

“Sekarang keluarga saya diungsikan ke rumah kerabat, rumah kami dikosongkan. Tetapi warga yang menjadi korban harus diperhatikan, apalagi daerah pemukiman rawan longsor. Tadi tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah mengecek,” tambahnya.

Dikonfirmasi, Camat Bogor Tengah Agustian Syach menuturkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada warga di daerah rawan longsor untuk mewaspadai timbulnya bencana, apalagi di wilayahnya padat penduduk.

“Kami telah bekerjasama dengan BPBD Kota Bogor untuk membentuk kelurahan tanggap bencana. Yang mana BPBD memberikan pelatihan-pelatihan kebencanaan kepada warga di kelurahan rawan bencana,” ungkapnya kepada wartawan dikantor kecamatan pada Kamis (25/10) sore.

Agus mengaku, pihak aparatur wilayah sudah melakukan pengecekan terhadap enam rumah yang ambruk di Kelurahan Gudang. Selain itu, sudah membuka posko tanggap bencana dan posko bagi korban di kantor Kelurahan Gudang.

“Akan tetapi para korban memilih tinggal di rumah kerabatnya, posko juga masih terbuka. Petugas kami dengan BPBD siap di posko. Kami juga meminta kepada warga agar pindah ke rusun, karena tempat tinggalnya rawan longsor,” terangnya.

Ia menyarankan, warga yang menjadi korban tidak membangun kembali rumahnya, karena bisa mengacam nyawa mereka.

“Kami akan koordinasi perihal rencana relokasi tempat tinggal korban, sementara kami nanti tawarkan di rusunawa,” pungkasnya. (Nick)

Berita Terkait

Berikan Komentar