BKPP Wilayah l Minta Pemerintah Daerah Perhatikan Petani Dan UMKM

BKPP Wilayah l Minta Pemerintah Daerah Perhatikan Petani Dan UMKM

Mediabogor.com, BOGOR – Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah I Jawa Barat berharap pemerintah daerah untuk membangun One Vilage One Company, (Satu Desa Satu Perusahaan). Perhatikan lahan sektor pertanian demi mendukung para pelaku tani membangun rasa kepercayaan serta mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk sektor perekonomian yang lebih Bankebel dalam segala administrasi pengajuan modal usaha mereka.

Dikatakan Kepala Bidang Pembangunan BKPP Wilayah I Jawa Barat Teguh Khasbudi, bahwa ada visi misi membangun one vilage one company, (satu desa satu perusahaan) dan perlu di dorong oleh masyarakat. dari visi-misi tersebut perlu intervensi pemerintah untuk menghapus ketidak percayaan masyarakat melalui bantuan usaha yang di miliki oleh lembaga keuangan daerah karena mempunyai kebijakan sendiri.

Ia menjelaskan, ketidak percayaan dan keputusasaan para pelaku usaha kecil terhadap bantuan yang di lakukan pemerintah, tapi ketika di lakukan pembiayaan prosesnya harus bankebel atau persayaratan perbankan harus terpenuhi.

“Bagaimana ketidak percayaan masyarakat ini, kita edukasi atau melakukan pembinaan untuk dilakukan dengan cara di bantuan oleh bank daerah dalam membangun usaha kecil atau UMKM. Pemprov punya beberapa namanya bank daerah yang bisa di turunkan untuk membantu usaha kecil, melalui bantuan modal kerja melalui bank daerah, akan tapi proses prosedur perbankannya untuk di fasilitasi dengan syarat yang mudah dan saling kepercayaan,” ucap teguh.

Teguh menuturkan, selain dari itu pemerintah daerah juga harus lebih mementingkan lahan pertanian jangan terus menerus memperbanyak pembangunan gedung, agar para pelaku tani ini bisa lebih terbantu untuk lahan pertaniannya hingga produksi pertanian di kita lebih stabil.

“Jika usaha kecil memulai mau usaha, tapi ada persyaratan harus ada jaminan, jaminan itu harus berubah dari jaminan fisik ke jaminan kepercayaan.

“Secara terus menerus melakukan pelatihan kewirausahaan. Atau membangun pola pikir usahawan dari tidak ada menjadi ada. Pelatihan produksi dan pelatihan pemasaran serta pelatihan packejingnya yang lebih membantu, jangan hanya materi tetapi harus dengan teori,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar