Joko Purwanto: Anggota Komisi VII DPR RI, Memastikan Untuk Saat Ini BBM Belum Mengalami Kenaikan Harga

Joko Purwanto: Anggota Komisi VII DPR RI, Memastikan Untuk Saat Ini BBM Belum Mengalami Kenaikan Harga

Mediabogor.com, BOGOR- Menyikapi maraknya isu persoalan yang sedang berkembang di masyarakat terutama terkait menguatnya harga kurs dollar hingga disertakan isu kelangkaan dan akan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini menjadi polemik serta sorotan publik.

Maka dari itu pelaksana tugas dan fungsi Badan Pengatur Hilir (BPH) ajak Komisi VII DPR RI yang membidangi ruang lingkup dan pasangan kerja, adakan sosialisasi Minyak dan Gas Bumi (Migas) kepada para masyarakat, badan usaha serta pemerintah daerah, acara berlangsung di Hotel Royal, Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bogor, Senin (10/9/18).

Anggota Komisi VII DPR RI, Joko Purwanto mengatakan, melalui sosialisasi ini, pihaknya ingin mencoba untuk memberikan informasi terhadap apa yang bisa disampaikan kepada masyarakat khususnya terkait fungsi dan tugas dari BPH Migas yang merupakan sebagai badan yang mengawasi tentang proses mekanisme distribusi BBM, termasuk isu tekanan terhadap rupiah sehingga harga BBM akan naik dan lain sebagainya.

“Segala kemungkinan itu bisa terjadi. Namun, sebagai tugas masyarakat dan sebagai wakil rakyat yang duduk di komisi VII, kita tetap menjaga keseimbangan itu sebagaimana kemudian kemungkinan – kemungkinan itu jangan sampai terjadi karena pastinya akan lebih jauh membebani masyarakat kita,” kata Joko.

Persoalan yang ada adalah tugas pokok komisi VII untuk menjaga keseimbangan antara situasi keadaan yang memang secara nyata hari ini dirasakan bersama maupun adanya tekanan terhadap rupiah.

“Oleh karenanya, kita juga tidak menutup mata dengan persoalan – persoalan yang berkembang di masyarakat, tapi kita juga kemudian tetap menjaga bagaimana kemungkinan itu tidak membebani masyarakat kedepan. Insyaallah, pemerintah Jokowi ini mampu melakukan terobosan, mampu mencarikan alternatif – alternatif yang memungkinkan sehingga jangan sampai membebankan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Terbukti sampai detik ini, lanjutnya, pemerintah Jokowi tidak mau melakukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) perubahan meskipun tekanan sedemikian rupa, karena pemerintah ingin konsisten dengan apa yang sudah dicangkan dan apa yang kemudian sudah diprogramkan.

“Jadi ini yang harus kita kawal terus agar menjadi baik. Insyaallah sampai detik ini, saya berbicara belum ada kenaikan BBM,” tegasnya.

Joko berharap bahwa dalam sisi langsung terhadap keberadaan dollar naik, otomatis pemerintah itu harus sudah berpikir tentang bagaimana kesiapan kemungkinan yang sejelek mungkin itu terjadi, karena dengan menaikan harga BBM bukan satu-satunya jawaban maupun solusi. Tidak menjadi jawaban apakah menaikan harga BBM itu menjadi penterjemah atau penyelesaian terhadap proses kenaikan harga kurs dollar tersebut.

Lebih lanjut, sejak terpilihnya dan dibetuknya kembali komite BPH Migas yang kemudian menjadi tugas dan tanggung jawab bagi komisi VII untuk memilih para jajaran komite ini. Joko meyakini bahwa komite yang terpilih saat ini adalah komite yang terbaik sehingga bisa melakukan dan melaksanakaan tugas kesehariannya secara baik.

“Oleh karenanya, kita berharap bahwa kemitraan kerjasama ini terus kita jalankan dan kedepan komite ini bisa tetap gigih untuk bisa menjalankan kewajiban pekerjaannya secara baik dan benar,” bebernya.

Namun demikian, Joko pun meyakini bahwa BPH Migas ini banyak sekali menemukan kendala – kendala dilapangan, karena persoalan dimanca negara yang paling utama adalah kesulitan untuk komunikasi dan berkoordinasi, sehingga seolah – olah bahwa komite BPH Migas dianggap tidak ada pekerjaannya.

“Tetapi hari ini kita bisa merasakan dan mendengarkan langsung bagaimana kerja keras mereka sangat bermanfaat untuk masyarakat Indonesia khususnya untuk Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor,” tutupnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar