Pertemuan Lanjutan BPTJ dan KPTB Belum Menemukan Benang Merah Untuk Rencana Revitalisasi Terminal Bus Baranangsiang

Pertemuan Lanjutan BPTJ dan KPTB Belum Menemukan Benang Merah Untuk Rencana Revitalisasi Terminal Bus Baranangsiang

Mediabogor.com, BOGOR – Diskusi tahap kedua antara Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bersama Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang (KPTB) masih belum menemukan titik temu. Yang sebelumnya diskusi pertama dilaksanakan di hotel Permata, Jln Raya Pajajaran, Bogor Tengah, beberapa waktu lalu.

Pasalnya KPTB tetap bersikukuh untuk menolak jika pungsi terminal Baranangsiang di alih pungsi kan jadi mall dan hotel dikawasan tersebut.

Kepala BPTJ, Bambang Prihartono, menyatakan terkait dengan rencana pembangunan terminal Baranangsiang, BPTJ sebagai mitra baru memerlukan masukan – masukan dari masyarakat.

“Saya tidak ingin masyarakat yang selama ini berbisnis disini atau melakukan sesuatu disini terganggu. Pembangunan ini kan untuk masyarakat, pembangunan itu bukan untuk pemerintah pusat atau pemerintah daerah tetapi buat masyarakat,” kata Bambang. Saat di temui dalam kunjungan nya di terminal bus Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (28/8/18).

Menurut Bambang, pembangunan itu sukses apabila masyarakatnya merasa sukses.

Oleh sebab itu, BPTJ ingin merubah wajah terminal dengan segala aspek sosial. Dengan demikian BPTJ memerlukan dialog – dialog.

Lanjutnya Bambang menegaskan, Kita bicara masalah fisik saja tetapi aspek sosialnya di terminal ini harus diperhatikan jangan sampai aspek sosialnya tidak di perhatikan karena tentuynya semua orang ingin maju, dan perlu ada semacam wawasan kepada masyarakat itu sendiri.

Masih kata Bambang, Kalau terminal menjadi lebih maju, mereka seperti apa, ini perlu kita gambarkan pemahamannya kepada mereka, kalau mereka tidak tau pun, mereka akan menjadi was – was.

Bahwa Sebenarnya kekhawatiran masyarakat sangat wajar jika terminal baranangsiang mulai di bangun akan seperti apa, mungkin dari itu masyarakat ingin mengetahui perubahan kedepannya, maka dari itu kita sering adakan dialog dan koordinasi pemahaman kepada mereka.

“Untuk mengenai pendapatan ini yang perlu kita luruskan. Semua tidak ada kendala, mereka welcome tetapi perubahannya mereka ingin tahu dulu. Penolakan mereka itu jangan di artikan tidak setuju, penolakan meraka ini ada alasannya, oleh sebab itu, kami harus memperbaiki terutama masalah komunikasi, mereka sebenarnya positif oleh karena ini tugas pemerintah bagaimana bisa meyakinkan mereka,” bebernya.

Sementara, Ketua KPTB Teddy melanjutkan, bahwa pertemuan ini, undangannya tentang pengoperasian.

“Tapi sudah kita sampaikan, dari 2012 dari segi persoalan operasional terminal baranangsiang itu tidak ada masalah. Akan tetapi ada runutan soal masalah pembangunannya,” kata Teddy.

“KPTB juga mengingatkan kepada BPTJ soal pemasangan pelang yang akan di pasang di terminal sebagai bentuk akan di bangunnya terminal Baranangsiang.

KPTB menolak, sebab plang itu belum ada sosialisasi dengan stakeholder di terminal baranangsiang. Tetapi kita selaku stekholder ingin melihat SK nya dulu, apa benar kepemilikan tanah terminal ini punya pemerintah pusat, tanah ini milik masyarakat,” keluhnya.

Lebih lanjut Teddy membeberkan, persoalan realisasi memang sudah tugas pusat pengelola tipe A. Hanya namun saja belum ada kesepakantan antara kedua belah pihak, terminal ini nantinya akan seperti apa.

Misalnya dari segi konsep bangunan dan penunjangnya itu seperti apa, itu harus dikaji terlebih dahulu,” harapnya.

“Kami jelas menolak adanya pembangunan mall dan hotel disini, dari komitmen saat ini di KPTB, dan maka dari itu kita sambil melihat perkembangan di masyarakat. Pembangunan terminal harus sesuai peruntukan dan manfaatnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar