Gema Pembebasan Bogor Raya Gelar Aksi di Depan Monumen Tugu Kujang Kritisi Kondisi Indonesia Saat Ini
Gema Pembebasan Bogor Raya Gelar Aksi di Depan Monumen Tugu Kujang Kritisi Kondisi Indonesia Saat Ini
MediaBogor.com, Bogor- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Bogor Raya, melakukan aksi damai di depan monumen Tugu Kujang, Kota Bogor, Jumat (27/7/18).
Dalam aksinya, para mahasiswa menyerukan kepada masyarakat bahwa kondisi Indonesia akhir – akhir ini semakin mengkhawatirkan, seperti rupiah yang semakin melemah hingga menyentuh angka Rp. 14.546 per Dolar AS, harga telur melambung di angka Rp.30’ribu, harga BBM terus naik.
Belum lagi BPS mengklaim bahwa orang yang berpenghasilan Rp.11’ribu per hari tidak dikategorikan miskin, padahal penghasilan Rp.11’ribu per-hari sangat tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari dan tentunya kondisi seperti ini sangat menyulitkan rakyat.
“Kondisi ekonomi ini tidak dapat dilepaskan keterikatannya pada bidang – bidang yang lain, seperti pendidikan, sosial, kesehatan sampai politik. Sehingga, dampak buruknya terhadap bidang lain tidak terhidarkan,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Alsi, Alfi.
Demikian pula bidang yang lain, sambungnya, saling memperngaruhi satu sama lain karena semua bidang tersebut terhubung secara sistemik. Hal ini tidak lain disebabkan oleh hegemoni kapitalisme dan liberalisme yang telah lama mencengkram negeri ini.
“Oleh karena itu, kami dari Gema Pembebasan Bogor Raya menyerukan kepada para pemuda, khususnya mahasiswa untuk membangun kepedulian terhadap kondisi rakyat sebagaimana diperintahkan oleh Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang pada pagi harinya hasrat dunianya lebih besar, maka itu tidak ada apa – apanya disisi Allah SWT, dan barangsiapa yang tidak perhatian terhadap urusan kaum muslimin semuanya , maka dia bukan golongan mereka (Imam Al Hakim dalam Al Mustadrak No.7889),” tegasnya.
“Kami juga menolak adanya intervensi terhadap kampus dan pembungkaman terhadap aktivis mahasiswa, hentikan kriminalisasi terhadap aktivis islam dan ajarannya, kembalikan pengelolaan sumber daya alam kepada hukum syara, dan mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk melepaskan kepercayaan kepada sistem Kapitalisme – Liberal dan bertaqwa kepada Allah serta taat kepada Rasul-Nya,” pungkasnya. (Nick)
Berikan Komentar