Pulang Dari Belanda, Walikota Bogor Bawa “Barang Berharga”
mediabogor. com, Bogor – Kunjungan Walikota Bogor, Bima Arya ke Leiden, Belanda, beberapa waktu lalu, mengisahkan memory yang begitu dalam khususnya dalam sejarah pembangunan Kota Bogor. Hal itu terlihat dari Dr. Francine Brinkgreve, selaku Direktur Museum Van WereldCulturen, dan Curator Insuler Southeast Asia, Museum Van WereldCulturen, berjanji akan membantu menelusuri foto-foto lama Bogor yang menjadi koleksi pihak museum, bahkan pihak Museum berjanji akan mengirimkan beberapa file foto lama Bogor dalam resolusi besar kepada pemerintah kota Bogor.
Beberapa foto tersebut adalah foto paviliun Paledang tahun 1906, foto jembatan yang melintas sungai Cisadane tahun 1908, foto Masjid Empang tahun 1890, foto lama Mantarena 1900, dan foto kawasan kampus IPB Baranangsiang tahun 1940.
“Kita cukup bersyukur dan surprise karena respon pihak Museum begitu cepat dan sangat sederhana birokrasinya dalam akses foto-foto lama Bogor,” ulas Bima, saat menggelar jumpa media di Ruangan Alphine, Salak Tower, Bogor, Rabu (27/9/17)
Kabar baik lainnya adalah hasil dari kunjungan ke National Archief The Hague di Den Haag pada Kamis (14/09/2017). Bima dan rombongan diterima langsung J.C (Johan) Van Langen, Program Manager Shared Cultural Heritage National Archives. National Archives sendiri telah berdiri sejak 1811.
Pada pertemuan tersebut, pihak National Archives menjelaskan bahwa pihaknya menyimpan koleksi yang besar terkait data dan informasi sejarah Bogor yang lama.
“Memang dibutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk bisa menelusuri sejarah Bogor seperti yang diharapkan pemerintah Kota Bogor. Kami siap membantu upaya tersebut. Dan pada saat yang sama, kami telah memiliki ikatan kerja sama dengan ANRI,” kata Johan Van Langen.
Sebagai tanda keseriusan pihak National Archives membantu Pemkot Bogor, dalam pertemuan tersebut diserahkan desain rencana utuh pembangunan Istana Bogor yang sampai tidak terbangun seutuhnya kepada Bima.
Bima menyampaikan terima kasihnya atas respon positif pihak National Archives untuk membantu kota Bogor.
“Kami berharap dukungan ini terus dilanjutkan karena memang harus diakui penelusuran arsip sejarah Bogor memerlukan waktu yang panjang,” bebernya.
Pada kesempatan itu, Bima menerima kehormatan untuk mengunjungi ruangan pelestarian dokumen lama dari zaman VOC maupun era kolonial yang berada di ruangan bawah tanah National Archives. Salah satu koleksi langka yang ditunjukkan adalah peta sungai dan irigasi Bogor pada era kolonial, desain lama Istana Bogor berikut revisinya, dan peta Jabodetabek era kolonial.
Rangga
Berikan Komentar