Disnakertrans Kota Bogor Gelar Job Fair , 40 perusahaan Hadir Untuk Menekan Angka Pengangguran

Mediabogor.com, Bogor – Dalam Rangka Mengurangi Angka Pengangguran di Kota Bogor, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2015 tingkat pengangguran terbuka di Kota Bogor mencapai angka 49.948 jiwa atau 11,2 persen. Ditahun 2016, pengangguran di Kota Bogor mengalami penurunan sebesar 0,8 persen dari tahun 2015. Kendati demikian, nilai ini masih menunjukkan tingginya angka pengangguran di Kota Bogor. Hingga detik ini, jumlahnya didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sarjana.

Untuk itu, pentingnya menekan jumlah angka pengangguran, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bogor menggelar acara Sarasehan dan Diskusi sebagai komunikasi konkrit dua arah para stakeholder ketenagakerjaan di Kota Bogor, guna memperatajam arah kebijakan yang menguntungkan semua pihak secara mutualis. Acara yang bertemakan “Arah Kebijakan Ketenagakerjaan di Kota Bogor” dengan sub tema “Dalam Rangka Mengurangi Angka Pengangguran di Kota Bogor” ini dihadiri 200 peserta yang terdiri dari para pimpinan perusahaan, pemerintah kota, pimpinan organisasi pekerja serta akademisi Kota Bogor.

Forum diskusi yang berlangsung pada Selasa, (29/08) ini akan dipandu oleh Samson Purba, SE., MM. Dan Surya Garnaditya, SH., MH. sebagai moderator yang memahami seluk beluk permasalahan dan potensi ketenagakerjaan di Kota Bogor, dengan memperoleh paparan dari Walikota Bogor, Dr. Bima Arya sebagai keynote speaker, Sarman Simanjorang, M.Si., Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia dan Iwan Kusmawan, SH., Ketua Umum DPP Serikat Pekerja Nasional (SPN) sebagai narasumber.

Samson Purba, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bogor mengatakan, pengangguran terjadi salah satunya akibat dari ketidakmampuan pasar kerja dalam menyerap tenaga kerja, sehingga menimbulkan permasalahan sejumlah tenaga kerja yang tidak dapat terlibat dalam kegiatan ekonomi. Hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara supply (permintaan) dan demand (penawaran) di pasar kerja. Oleh karena itu, pemerintah bersama stakeholder ekonomi lainnya perlu membuat terobosan percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja di Kota Bogor melalui program Pemagangan Dalam Negeri secara terdidik oleh perusahaan.

“Kami sudah menjalankan program pelatihan kerja gratis di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk para calon tenagakerja yang bertujuan memberikan pelatihan agar memiliki skill di lapangan. BKL Kota Bogor belum memiliki Jurusan Jasa Kontruksi, oleh karena kami bekerja sama dengan BBPLK (CEVEST) Bekasi untuk penambahan jurusan jasa kontruksi,”katanya.

Lebih lanjut, Samson mengatakan, semua peserta latih dari semua jurusan setelah lulus dari BLK akan magang di perusahaan yang telah bekerjasama dengan Disnakertrans Kota Bogor, dengan ketentuan perusahaan tersebut memberi uang saku sebesar 2 juta rupiah per bulan. Diharapkan pula, calon tenaga kerja nantinya dapat langsung bekerja di perusahaan tersebut.

Selaras dengan pernyataan Samson, Bima Arya, orang nomor satu di Bogor ini berpendapat masalah pengangguran perlu mendapat perhatian khusus. Pemerintah Kota akan terus mengupayakan perencanaan dan langkah-langkah strategis secara lintas sektoral untuk mengurangi angka pengangguran. Pemkot Bogor sangat mendukung kegiatan sarasehan yang diinisiasi oleh Disnakertrans Kota Bogor ini. Adalah sebuah harapan yang realistis, bahwa langkah yang smart (cerdas) ini akan membantu menjawab proses penyelesaian masalah angka pengangguran yang cukup tinggi di Kota Bogor.

“Pemkot sedang menyiapkan tempat baru untuk pengembangan BLK Kota Bogor di Kertamaya, Bogor Selatan. Tempatnya cukup luas untuk pelatihan kerja, ditambah dengan suasana baru serta ada metodologi yang baru. Oleh karena itu, dibutuhkan penganggaran yang lebih, tak hanya untuk pengajar ahli saja, tapi juga untuk membangun infrastruktur yang menyeluruh, sehingga output yang dihasilkan betul-betul dapat memenuhi keinginan pasar, otomatis dapat menekan angka pengangguran di Kota Bogor,” ujar Bima.

Pada tempat dan kesempatan yang sama, selama 2 hari (29/08 – 30/08) Disnakertrans Kota Bogor juga mengelar Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair) yang bekerjasama dengan 40 perusahaan, dengan estimasi kunjungan 3.000 pencari lowongan perkerjaan. Dengan tujuan dapat memfasilitasi para pencari kerja untuk memperoleh informasi lowongan yang sesuai minat, bakat dan kemampuan serta membantu perusahaan untuk memperoleh tenaga kerja yang berkualitas, terampil dan professional.

 

 

Rangga

Berita Terkait

Berikan Komentar