Luar Biasa, Kakek Umur 86 Tahun Ini Mampu Panjat 5 Pohon Kelapa, Ternyata Ini Rahasianya
Mediabogor.com, Banten – ‘Makin tua makin jadi’, kata – kata itulah yang tepat disematkan kepada seorang kakek asal Parung Sentul, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang Banten. Kakek yang terlihat renta ini ternyata masih sanggup memanjat lima Pohon Kelapa setinggi 10-12 meter. Ia bukan berprofesi sebagai “Tukang Panjat Kelapa”. Dikenal sebagai petani biasa dan sesepuh Masjid di kampunya. Rahasia menjaga staminanya ternyata sederhana saja.
Kakek Emed tetap terlihat perkasa hingga detik ini. Pada usianya yang menginjak 86 tahun, kakek 10 anak plus 37 cucu dan 27 cicit ini ternyata masih mampu memanjat 5 batang pohon dengan kelapa ketinggian 10-12 meter.
Kemampuan dan stamina Abah Emed ini memang pantas diusulkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI), bahkan Guinnes Book of World Records, sebagai “Kakek tertua yang bisa panjat pohon kelapa di dunia”. Apalagi, usia seolah tak mempengaruhi kinerja Kakek Emed dalam menjalani pekerjaannya bertani. Ia tetap cekatan mencangkul. Menyiangi rumput dan memupuk tanaman padinya sendiri.

“Saya masih bisa memetik kelapa sendiri. Kalau anak-cucu mah nggak ada yang sanggup,” kata Abah Haji Emed, panggilan akrabnya kepada Banten Tribun di Kebunnya, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, untuk menjaga stamina, setiap pagi Ia hanya sarapan nasi putih dan gula merah yang terbuat dari Aren. Selain itu, Ia juga rajin mengkonsumsi minuman yang terbuat dari tumbukan lada dan serai yang direbus.
“Dari dulu Abah sarapan pagi dengan nasi putih dan gula merah, juga minum ramuan lada dan serai,” kata Abah Emed.
Di tempat tinggalnya, Kampung Ciekek Babakan Karaton, Abah Emed dikenal sebagai sesepuh Masjid yang jarang sekali sakit. Ia juga dikenal sebagai sosok yang tidak pernah ketinggalan sholat berjamaah.
“Kalau rahasia umur panjang mah itu hanya Allah yang tahu,” ucapnya singkat.
Kekuatan stamina Abah Emed, diakui oleh masyarakat sekitar.
“Abah Emed itu jarang sakit sejak muda. Ia juga tidak pernah pakai sandal jika pergi ke sawah,” kata Itong Fikri, tetangga Abah Emed.
(sumber:bantentribun.id)
Berikan Komentar