3 Gurandil Dievakuasi dengan Keadaan Tewas di Tambang Atam Pongkor

Mediabogor.co, BOGOR – Sebanyak tiga orang penambang ilegal atau gurandil berhasil dievakuasi Tim Gabungan usai tewas di gua PT Antam Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Hal itu diungkap Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna usai melakukan evakuasi bersama tim emergancy response PT Antam.

“Ada tiga korban yang sudah kita evakuasi dengan keadaan meninggal dunia,” kata Ucup kepada wartawan, Senin, 19 Januari 2026.

Ucup menjelaskan, evakuasi pertama dilakukan pada Minggu, 18 Januari 2026 yang dimulai pada pukul 01.00 hingga 04.00 WIB yang ditemukan dua korban jiwa.

Kemudian, evakuasi kedua dilakukan pada malam harinya hingga Senin pagi yang juga ditemukan satu kroban jiwa.

“Ketiga korban yang kita dapatkan itu adalah warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya,” terangnya.

Ucup menyebut, ketiga korban ditemukan di lokasi yang bukan merupakan operasional PT Antam.

Bahkan, tambah dia, dalam proses evakuasi itu Tim Gabungan sempat ada yang terluka usai tertimpa bebatuan.

“Jadi, ketiga korban bukan di titik operasional Antamnya, menurut catatan kami itu di kedalaman sekitar 500 meter di atas permukaan laut (MDPL),” ucapnya.

Selain itu, kata Ucup, ada dua gurandil yang juga menjadi korban jiwa akibat kepulan asap dan telah dievakuasi secara mandiri.

“Ada dua korban lagi yang di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung. Itu pun kami yang mendatangi ke sana setelah mendapatkan informasi,” paparnya.

Ucup mengungkapkan, saat ini pihak kepolisian membuka posko siaga bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

“Kita bentuk posko siaga di Polsek Nanggung, Polsek Leuwiliang, dan Polsek Cigudeg sampai kejadian ini selesai. Jadi, warga bisa melaporkan jika kehilangan anak atau saudaranya soal musibah ini,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Region Jawa, CSR, dan Subdivisi PT Antam Pongkor, Agustinus Toko Susetio mengatakan bahwa ketiga korban yang berhasil dievakuasi Tim Gabungan bukan merupakan karyawan PT Antam.

“Tiga korban yang berhasil dievakuasi itu merupakan warga, bukan pegawai ataupun kontraktor PT Antam dan itu berada di area non operasional yang seharusnya steril dari aktivitas penambangan,” ujar Agustinus.

Dia melanjutkan, ketiga korban yang berhasil dievakuasi itu telah diserahkan ke pihak keluarga.

Adapun, terkait kepulan asap, Agustinus mengaku masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian untuk mengungkap penyebabnya.

“Asap itu penyebabnya masih dalam proses investigasi bersama aparat dan otoritas berwenang, Antam menunggu hasil penelusuran yang komprehensif agar informasi yang disampaikan kepada publik bisa akurat dan bertanggung jawab,” tandasnya.

(Ergun)

Berita Terkait

Berikan Komentar