Helaran HJB ke-541 di Kota Bogor Digelar Cuma 3 Jam, Begini Penjelasanya

Mediabogor.co, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menggelar helaran dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-541 yang jatuh setiap tanggal 3 Juni.

Helaran akan dilaksanakan pada Minggu, (4/6/2023), di sepanjang Jalan Raya Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor, Kota Bogor.

Namun sayangnya, pawai budaya HJB di Kota Bogor kali ini tidak berlangsung lama. Helaran digelar selama tiga jam. Yakni, dari pukul 07:00 – 10:00 WIB.

“Kalau tahun kemarin kita sampai jam 12 siang masih ada acara, sekarang kita sampai jam 10 pagi. Jadi hanya sebentar,” kata Ketua Panitia HJB ke-541,” ujar Rakhmawati

“Mengingat bahwa kita masih ada kendala di Otista (pembangunan Jembatan Otista), kita takut seputar SSA itu akan terganggu lama, sehingga kita mulainya jam 7 pagi disaat kendaraan belum begitu banyak, jam 10 udah selesai,” lanjutnya.

Rakhmawati mengatakan, kegiatan helaran sendiri rencananya akan dilaksanakan mulai dari Balai Kota Bogor, masuk ke Jalan Jenderal Sudirman dan finish di Pusdikzi Kota Bogor.

Akan tetapi, tidak semua rombongan akan jalan dari Balai Kota Bogor, sebagian rombongan akan jalan langsung dari halaman Denpom.

“Untuk rombongan nanti kita akan bagi dua. Jadi rombongan dari Balai Kota itu hanya Wali Kota dan VVIP saja, serta beberapa komunitas,” katanya.

“Sementara iring-iringan yang besar dari Kecamatan, yang akan membawa jampana itu di mulai dari Denpom. Jadi mereka starnya di halaman Denpom,” tambah dia

Lebih lanjut kata dia maksud dan tujuan dari ini agar iring-iringan yang berjalan di seputar SSA Kota Bogor tidak berlangsung lama.

“Supaya jalan seputaran SSA tidak begitu lama. Jadi kita perkirakan (iring-iringan dari Balai Kota) sampai ke Denpom dalam waktu 30-45 menit, paling lama itu sudah selesai, jadi nanti kita fokus di Jalan Jenderal Sudirman,” ujarnya.

Ia menerangkan dalam kegiatan helaran ini, jumlah komunitas yang hadir pun tidak banyak. Total hanya ada sekitar 10 hingga 11 komunitas yang diakomodir mengikuti helaran ini.

“Dan kalau dulu jampana itu hampir kelurahan ada satu, sekarang enggak, satu kecamatan hanya satu, jadi satu tapi besar,” terangnya.

“Tujuan kita juga tetap ingin ada kemeriahan, tapi kita tidak ingin terlalu lama menggunakan jalan,” tandas Rakhmawati. (Andi)

Berita Terkait

Berikan Komentar